Membicarakan kerinduan memang tidak akan ada habisnya, berbicara saja tak akan cukup, kerna obat rindu cuma temu. Tetapi rindu juga patut kita utarakan, sebagaimana cinta. Ia akan memenuhi relung jiwa bila tidak diutarakan. Apalagi, maaf saja jika kekasihmu kurang juga peka dengan kerinduan.

Tapi teman-teman tidak usah risau untuk membuat kata demi kata kerinduan, disni sudah disediakan puisi pendek kerinduan untuk siap memberikan hati kekasih teman-teman terenyuh, semoga puisi pendek ini dapat mewakili perasaan teman-teman yang membaca.
Puisi Pendek Rindu Terbaru Terlengkap untuk Kekasih
Puisi Pendek Rindu Terbaru Terlengkap 

Ingat teman-teman, OBAT RINDU HANYA TEMU. Tidak peduli pria atau wanita yang teman-teman rindukan itu punya orang lain atau apa. Utarakan!

Puisi Pendek Rindu


Aku masih menyimpan kita
Aku masih menyimpan (kita) di sini
Dengan rapi, kutata semua itu
Agar sewaktu waktu datang rindu
Aku bisa langsung menghampirimu

Tapi aku juga tidak bodoh
Masih ku ingat jelas katamu dulu
Kata yang membuatku selalu berpikir
Sebaiknya aku pergi agar semua berakhir

Keinginanku akan sosokmu
Kini terkalahkan dengan,
Keyakinanku akan sosok baru
Dia yang datang tanpa di duga

Kelak.

- beruang betina


Rin-du
Rindu itu benar adanya.
Ia menyelinap di antara kesunyian,
menunggu dijemput oleh kepastian.


Dua hal tersulit
Duah hal tersulit dalam hidup:
sabar menunggu saat yang tepat
dan siap tak kecewa jika ditunggu
ternyata bukan pilihan yang tepat


Prioritas?
Jika skala prioritas dihitung dari
seberapa sering memberi kabar
lalu bagaimana dengan aku yang
teramat sering menyebut namamu dalam doaku?


Selepas engkau
Selepas kau pulang
Aku berusaha tenang
Saat jarak memperasing rasa menjadi sesak
Kau bilang,
Tidak usah dibayang
Pipi ini tidak indah jika basah
Kau lengah, aku lelah
7/12
Aku berarti apa?
Tidak
Ini abu-abu, katamu
Ku tunggu pagi berikutnya
Hingga mentari mengantuk
Pintuku tak kunjung kau ketuk
Kau hampir hilang
Dihimpit raja siang
24/7
Tengah malam
Kabarmu baru datang
Berkeluh kesah
Tanpa rasa bersalah
Aku ingin marah
Oh aku lupa!
Aku siapa?
Tapi kau jangan lupa
Aku
Bisa terluka.

- depluto


AKU
Aku lupa kata pulang
Sudah berlanglang buana
Mengitari kota usang
Nan juga gersang

Aku lupa kata pulang
Dimana ia berpijak tak lagi layak
Berkelana mencari jawaban
Yang bahkan tidak tahu pertanyaan

Aku lupa untuk pulang
Sebab senja lebih indah
Ketimbang ruang sekotak
Nan sesak nan kosong jua

Aku lupa untuk pulang
Tapak kaki mengarah kembali
Sedangkan hati mengarah pergi
Dan logika memilih hati

Hasilnya, aku memilih karam.

- fadhilatulhafizhah



Bimbang
Sering kali aku merasa bimbang.

Perihal kamu,

Terkadang sikapmu menunjukkan betapa kamu menyayangiku, yang semakin membuatku yakin, bahwa mungkin kita memang bisa bersama sampai ajal nanti.

Tapi,
Terkadang sikapmu juga menunjukkan, acuhnya kamu padaku. Entah karna kamu termakan egomu atau itu memang dirimu, membuatku yakin sudah sepatutnya aku membatasi perasaanku padamu,

Agar aku tidak terjatuh lagi dan merasakan pedihnya sakit hati.

Membuatku yakin, sudah seharusnya aku tidak terlalu berharap padamu, agar hatiku tidak habis lagi, di makan kecewa yang tak henti.

Terkadang, ingin aku merasa cukup ikuti alurnya saja.

Tapi bimbang dihatiku, menunggu penjelasan tentang ‘kita’ dihatimu sering kali memaksa ku berpikir,

Untuk memilih

Tetap berharap seperti ini dan jalani saja

Atau

Tidak terlalu berharap agar hati ini baik saja?

#lonelystars


Perbedaan kita
kita selalu berbeda soal apa pun
tapi tentang pagi:
sejuknya, henignya, merdunya,
harapannya, damainya,
kita sepakati tanpa banyak tetapi.


Izinkan Aku Bernapas Hingga Pagi Ini Saja
Duka,
Langit rebah
Hujan mengabarkannya
Diujung malam ini

Jangan lagi genangan disudut mataku
Karna kau tuli dan aku bisu
Berjalan membawa lentera namun aku si buta yg bisu
Kesia-sian yang tak henti menyiksaku

Kasihku,
Inilah inti jiwaku
Sayatlah dengan kepergianmu
Sempurnakan dukaku

Cinta senantiasa memaafkan
Daun selalu menerima embun pagi meski tahu
Ia akan segera pergi
Lagi

"Aku pergi untuk kembali"
Janji embun selalu ditepati
Namun siapa yg menua, layu dan gugur?
Lalu siapa yg ditinggal pergi?

Duka,
Rupanya cinta tentang keikhlasan
Tak ada ruang untuk hadirmu
Seharusnya

Duka,
Bukan untuk menampik
Mungkin kali ini kedatanganmu tak diundang oleh cinta
Hanya saja langit rebah
Aku tertindih

- vnm


Aku kalah
kekalahan terbesarku
adalah ketika kita saling menatap,
tapi bukan aku yang ada dalam matamu.


Ima-ji/
jarak adalah imajinasi manusia yang tak
dipantulkan sempurna. pertemuan dan perpisahan sesungguhnya hanya ada dua cermin yang berhadapan


Aku rindu
Tuhan, aku rindu.

Tuhan, bisakah berikan aku waktu untuk mendengar suaranya walaupun hanya hitungan detik saja?

Tuhan, bisakah aku menatapnya walaupun hanya sekejap saja?

Kembalikan lah ia jika kau berkehendak, karna hanya dia yang dapat membuatku merasa hidup, hanya dia yang dapat membuatku merasa manisnya isi dunia,
hanya dia yang selalu berusaha ada di sisiku setiap aku membutuhkannya.

Tuhan?

Bisakah kau kembalikan ia, Walaupun hanya sekejap saja?
Aku rindu padanya.

Rindu itu memang berat.

Tapi tidak seberat rindu milikku.
Rindu yang tidak bisa kusampaikan pada pemiliknya.
Rindu yang hanya dengan do’a aku dapat melampiaskannya.
Rindu yang lebih berat daripada rindu karna berbeda tempat.
Rindu yang kupikir tiada habisnya.

Yaitu,
Rindu pada seseorang yang sudah tiada, dan berbeda dunia.

- lonelystars

Itulah puisi-puisi singkat kerinduan yang bisa digunakan teman-teman untuk memberikan kode-kode kepada doi yang mungkin kurang peka dengan keadaan rindunya teman-teman disini. Semoga bisa lekas terobati ya rindunya, kerna obat rindu itu cuma temu.