Menjadi sendiri setelah dirinnya yang selalu menemani, setiap waktu demi waktu yang kemudian semuanya terjadi dengan amat sangat cepat berlalu. Dirinya yang selalu ada, yang kemudian tiada karena cinta tak kunjung tiba terhalang restu orang tua.

Pernah tidak sih teman-teman disini merasakan, tinggal satu langkah lagi kalian menjalani hidup bersama orang yang pas dihati, yang gue banget, tetapi tiba-tiba hubungan kalian yang tinggal selangkah itu terhalang tembok besar yang memisahkan?

Kacau, sedih, frustasi dan semua perasaan yang tidak karuan menghantui saling menghantam hingga memaksa air mata deras membasahi pipi. 

Puisi pendek Cinta
Puisi Pendek Cinta Tak Mendapat Restu Orang Tua

Puisi Pendek Cinta Tak Mendapat Restu Orang Tua

Tak perlu terlalu tergesa
Dekat belum tentu terikat
Jauh belum tentu tak kan menyatu
Biar sang Kuasa yang jadi penentu
Kau tak perlu risaukan itu.
Oleh: Dila

Bersandar di dadamu,
menempelkan pipi di bagian tubuhmu
yang paling bidang itu, 
aku suka.
Bukan, bukan untuk meninabobokan diri
Aku sedang berusaha mencuri dengar, 
masihkah namaku yang bergema
di antara detaknya?
Oleh: Melisalalala

Jarak adalah imajinasi manusia yang tak
dipantulkan sempurna. Pertemuan dan
perpisahan sesungguhnya hanya dua 
cermin yang berhadapan
Oleh: Adimasnuel

Maaf kamu terlibat dalam hal-hal
yang kusemogakan dalam sesuatu
yang kusebut kebahagiaan
Oleh: Bijibiji

Kalau setiap doa seperti belum dijawab
berarti mampumu memang baru
sebatas meminta, belum sampai ke
tahap menerima
Oleh: Adimasnuel

Cinta adalah ketika seseorang memilih
begadang untuk menulis sajak, 
meski tahu tak ada seorang pun yang
ingin membacanya
Oleh: Mahdins

Kamu takkan pernah mampu menjalani
hidup sendiri.
Singkatnya; menikahlah denganku.
Oleh: Anginlalu_

Dari jendela matamu, aku bisa menatap
kebahagiaan lahir bersama doa-doa
yang biasa kulangitkan
Oleh: Lelaki_Jingga

Dan kalau pun tidak berjalan seperti
yang diharapkan, setidaknya kita pernah
saling mencoba untuk percaya.
Oleh: Wira Nagara

Takut kehilangan adalah hal serius,
yang diparodikan secara kocak,
dalam bentuk cemburu tak beralasan.
Oleh: adimasnuel

Jangan gelisahkan hari-harimu.
Setiap hari punya geli dan basahnya sendiri.
Jangan terburu-buru bersedih.
Sedih yang salah sumber masalah.
Oleh: Joko Pinurbo

Langit sore memulangkan semua yang 
pergi, semua yang terambil;
memulangkan yang tak benar-benar
pergi, yang terus memanggil.
Oleh: Adimasnuel

Nilai seseorang tak pernah tetap di
matamu dan mataku. Yang dulu kau
anggap penting suatu saat bisa jadi
pantang.
Oleh: Adimasnuel

Sesungguhnya yang benar-
benar aku inginkan darimu
adalah ketulusan menerima apa
saja yang kukatakan padamu
dengan berisik dengan
gemetar dengan ragu-ragu
dengan penuh keyakinan
tentang hubungan kita yang
sebentar dekat sebentar jauh
sejenak tenang sejenak riuh
yang kupahami yang kaupahami
tapi tak kupahami
Oleh: Sapardi Djoko Darmono

Seperti jam dinding yang mencari asal detak,
kau adalah sang pemilik rumah
berdinding biru di sudut toko buku.
Sedang aku, adalah tamu-tamumu
yang tak dibukakan pintu
Oleh: Imadilettante

Izinkan aku meminjam namamu,
untuk aku diskusikan dengan Tuhanku
dalam perpanjangan sujudku
dan rampung sembahyangku yang berlubang.
Oleh: Putih

Di langit yang kau tatap,
ada rindu yang aku titip
Oleh: Fiersa Besari

Melepasmu aku mampu
Berhenti mencintaimu belum tentu
Oleh: mutiaamalia

Teman-teman yang sedang patah sepatah patahnya karena cinta, apapun latar belakang masalah yang kalian hadapi. Terimalah, karena cinta itu menerima entah berujung bahagia ataupun sebaliknya. Biarlah air mata membasuh kesedihan dan juga dirinya.