Cerita Fabel Anak - Adik-adik kali ini kakak ingin membagikan cerita tentang tiga babi bersaudara, yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang pemalas, ada yang rakus, ada yang baik.

Wah sebaiknya kita mencontoh yang baik yah, jangan rakus dan jangan malas, nanti tidak memiliki teman. Okeh, kita lanjut saja sedikit cerita fabel ini.
Cerita Anak, Cerita Anak anak, Dongeng Anak, Cerita Fabel, Kumpulan Cerita Fabel, Cerita Fabel Anak, Kumpulan Cerita Anak, Cerita Pahlawan, Cerita Sejarah
Cerita Fabel Anak Tiga Babi Bersaudara
Jadi ketiga babi bersaudara ini ditantang oleh ibunya untuk membangun rumah sendiri, karena mereka mulai menginjak dewasa. Wah kira-kira bagaimana yah rumah mereka, aman tidak yah jika ada serigala yang jahat. yuk baca saja cerita anak tentang babi bersaudara ini.

CERITA FABEL ANAK TIGA BABI BERSAUDARA
Dahulu kala, hiduplah 3 anak babi beserta ibunya. Anak tertua sangat malas dan sering mengabaikan pekerjaannya. Anak kedua sangat serakah, tidak mau bekerja dan hanya bekerja untuk makan. Anak bungsunya tidak seperti kedua saudaranya. dia adalah anak yang rajin.

Suatu kali, Ibu Babi berkata kepada anak-anaknya, "Karena kalian sudah dewasa, kalian harus hidup mandiri dan membuat rumah kalian sendiri". Yang termuda berpikir rumah macam apa yang akan dia dirikan.

Si sulung tanpa repot-repot membuat rumah dari jerami. Si bungsu berkata. "Jika rumah jerami akan hancur ketika ada angin atau hujan." kemudian anak kedua ingin membangun rumah dengan kayu Si bungsu kembali berkata "meskipun tahan angin kayu tetapi akan hancur jika terkena pukulan keras ".

Kedua kakaknya menjadi marah dan berkata. "kamu sendiri lambat membuat rumah dari batu batamu. jika hari sudah malam serigala akan datang. "

Yang termuda bertekad untuk membuat rumah bata yang kuat yang tidak goyah dengan angin atau serangan serigala. Tatkala malam tiba, saat bulan purnama. yang termuda telah selesai. Keesokan harinya, si bungsu mengundang dua saudara laki-lakinya.

Lalu mereka pergi ke rumah Ibunya untuk melalorkan pekerjaan membuat rumah. "Anak-anakku luar biasa. Mulai saat ini kalian harus hidup dengan mengembangkan ladangmu sendiri." kata si ibu babi. Saudara laki-laki termuda menggerutu. "Tidak. Ah, cape!" mereka menggerutu.

Saat senja tiba. mereka mengucapkan selamat tinggal kepada ibu mereka. Di perjalanan, tiba-tiba seekor serigala mengikuti mereka. "Aku akan memakan babi pemalas yang tinggal di rumah jerami." kata serigala itu.

Ketika dia tiba di pintu si sulung dia segera menendang pintu. "Buka pintunya!' teriaknya, yang tertua kaget dan cepat mengunci pintu, tetapi serigala itu lebih pintar. Dia segera meniup jerami hingga berserakan.

Si sulung berlari ketakutan ke rumah adik yang kedua, yang rumahnya terbuat dari kayu. Meskipun pintunya terkunci, serigala merusak rumah kayu dengan mendobrak dengan keras sampai hancur.

Serigala mendekati dua anak babi yang saling memeluk satu sama lain dengan ketakutan. Keduanya segera melarikan diri dengan sekuat tenaga ke rumah bungsu. "Cepat kunci pintunya! Kita akan dimakan nanti." kata si sulung.

Yang termuda dengan tenang mengunci pintu. "Jangan khawatir, rumah ini kokoh," kata si bungsu. Ketika serigala datang. dia langsung menendang rumah si bungsu berkali-kali tetapi malah serigala sendiri yang kesakitan.

Serigala yang kesakitan akhirnya menyerah dan memutuskankan untuk pulang. Ketiga babi bersaudara akhirnya selamat dan serigala tidak pernah datang lagi.

Suatu hari, tiga anak babi pergi ke bukit untuk mengambil apel. Tiba-tiba Serigala muncul di sana. Anak babi pergi langsung ke pohon untuk menyelamatkan diri. Serigala yang tidak bisa memanjat pohon menunggu di bawah pohon.

Anak bungsu seketika mendapatkan ide, lalu dia berteriak. “Serigala. Kamu pasti lapar. Kamu mau apel?”, Si bungsu langsung melempar apel. Serigala yang kelaparan akhirnya mengejar apel yang dilempar oleh si bungsu. "Sekarang ayo lari!" Akhirnya mereka lari dengan kencang dan selamat.

Beberapa hari kemudian, serigala datang ke rumah anak bungsu membawa tangga yang panjang, ia ingin meneroboa masuk melalui cerobong asap. Lalu Serigala naik ke cerobong asap.

Anak bungsu yang melihatnya berteriak, "Cepat nyalakan api di tungku pemanas!" Yang tertua menyalakan api, yang termuda membawa panci berisi air panas.

Serigala pun masuk ke cerobong asap rumah milik si bungsu, karena api yang dinyalakan oleh babi ia sangat kepanasan, dan tak tahan, sunggu malang si serigala, ketika ingin melarikan diri. Dia tergelincir dan jatuh ke dalam air mendidih. "Waa!" serigala dengan cepat melarikan diri. Karena seluruh tubuhnya terluka. lalu dia menjadi serigala telanjang.

Akhirnya ketiga babi bersaudara itu menjalani hidup mereka dengan baik, mengelola ladang mereka. Sulung dan tengah sekarang bekerja dengan rajin seperti anak bungsu. Ibu Babi senang melihat anak-anaknya hidup dalam keharmonisan dan kedamaian.

Pesan Kebaikan Cerita Fabel AnakAdek-adek harus rajin, jangan malas dalam hdalam hal apapun, karena sifat malas tidak baik untuk adik-adik.
Itulah Cerita Fabel Anak Pendek yang menceritakan tentan kehidupan ketiga anak babi yang mencoba untuk mandiri, wah banyak sekali yah cobaannya. Tapi kasian juga yah serigalanya jadi telanjang tidak punya bulu.