Kumpulan Puisi Chairil Anwar - Siapa yang tidak kenal dengan Chairil Anwar sosok yang berpengaruh dalam dunia sastra di Indonesia khususnya pada karya puisi-puisinya yang sangat fenomenal dan berbeda dari yang lain pada zamanya.

Pada zamanya perpuisian di Indonesia di hiasi dengan karya-karya romanpicisan dan melankolis, tetapi puisi Chairil Anwar tampil berbeda. Puisinya tampil dengan rima menggebu-gebu dan berisikan kata dan kalimat frontal.
Chairil Anwar, Puisi Chairil Anwar, Kumpulan Puisi Chairil Anwar, Karya Puisi Chairil Anwar
Kumpulan Puisi Chairil Anwar
Karena karya puisinya tersebutlah Chairil Anwar memiliki julukan “Sang Binatang Jalang” yang diambil dari puisi Chairil Anwar Aku ini Binatang Jalang.
Puisi Chairil Anwar

Puisi Kepada Peminta-peminta
Karya: Chairil Anwar

Baik, baik aku akan menghadapi dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.

Jangan lagi kau bercanda
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari luka
Sambil berjalan kau usap juga.

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau datang
Sembarang kau merabah.

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah.

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku

Baik, baik aku akan menghadapi Dia
Menyerahkan diri dari segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.
Juni 1943

Puisi Aku
Karya: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.
Tahun Pembuatan: Maret 1943

Puisi Sia-sia
Karya: Chairil Anwar

Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang mematikan :untukmu.

Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti.

Seharian kita bersama. Tak hampir-menghampiri

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
Februari 1943

Puisi Belum Jodoh
Karya: Chairil Anwar

Begitu dekat, hanya belum kelar tujuan yang dicapai
Setiap momen berjalan menunggu alunan dari suaramu

Kenikmatan sirih kurasakan ketika di sampingmu
Meskipun selera bibirmu tidak menyentuh pipiku

Pandangan matamu penuh api yang bergairah
Kenangan yang telah kita buat, ah cinta belum datang

Membuat berjam-jam sendiri sangat terasa
Aku gemetar... Aku mau kamu hanya untukku

Apa aku punya selera mimpi pria
Cinta yang semua harapkan

Aku kepunyaanmu sendiri
Sampai waktu meninggalkan dunia ini
Dan hatiku seperti anggur sampai waktu berakhir

Puisi Panggilan Hatiku
Karya: Chairil Anwar

Puisi “Panggilan Hatiku” karya Chairil Anwar
Aku memanggil hatiku
tapi tidak ada yang mendengar.

Panggilan bersorak lagi
tapi masih tidak ada jawaban.

Sekali lagi... tapi kali ini lebih keras,
... tidak berhasil.

Mencoba sekali lagi
hanya untuk gagal.

Berhenti berfikir
haruskah itu kucoba lagi?

Setelah beberapa saat
Aku memanggil lagi.
Masih tidak ada jawaban.
Tapi terus ku memanggil.

Dan pada waktu mulai ragu,
Aku tetap memanggil
karena itulah makna dari cinta

Puisi Senja di Pelabuhan Kecil
Karya: Chairil Anwar

Kepada Sri Ayati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Tahun pembuatan 1946

Itulah Puisi Karya Chairil Anwar yang menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, mengingat usia Chairil Anwar yang semuda itu yang memiliki karya-karya yang hebat. Karyanya banyak di abadikan di luar negeri seperti belanda.