Cerita Fabel Dongeng Si Kancil - Hai adik-adik kali ini kakak ingin membagikan kumpulan cerita fabel tentang binatang si kancil.

Adik taukan si kancil itu binatang yang cerdik dan sangat banyak akal untuk mencari solusi ketika dia mendapatkan masalah.
Cerita Anak, Cerita Anak anak, Dongeng Anak, Cerita Fabel, Kunpulan Cerita Fabel, Cerita Fabel Anak, Kumpulan Cerita Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Fabel Dongeng Si Kancil
Selain itu si kancil juga gemar membantu temannya yang sedang kesusahan loh, adik juga harus seperti kancil yang selalu membantu teman yang kesusahan yah.

Baiklah berikut cerita fabel hewan si kancil, cerita yang seru buat adik baca:

SI KANCIL DAN HARIMAU SOMBONG
Pada suatu hari terdapat Harimau yang sedang bercermin dan membasuh wajahnya disungai. "Hmm. Aku terlihat gagah sekali. Tubuhku kuat dan berotot dan juga warna Iorengku sangat cantik," kata harimau. 

Kesombongan harimau membuat dia suka memerintah dan melakukan sewenang-wenang terhadap hewan kecil dan lemah lainnya. Melihat itu akhirnya kancil tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si harimau!" kata Kancil menahan marah. "Dia harus diberi pelajaran! Biar dia kapok dan tidak sombong lagi!

Si kancil berpikir, di tengah jalan, kancil bertemu dengan kelinci. Mereka berbicara tentang perilaku harimau dan mencoba mencari cara untuk membuat harimau kapok. Setelah lama diam. "Hmm, aku punya ide," kata kancil itu tiba-tiba "Tapi kamu harus membantuku," lanjut kancil.

 "Dengar, kau bilang pada harimau bahwa aku memukulmu karena melecehkanku, dan mengatakan pada harimau bahwa aku akan memukuli siapa pun yang berani menggangguku, termasuk harimau. Karena aku sedang melakukan pekerjaan penting," kata kancil itu ke kelinci.

"Apa tugas penting itu, Cil?" tanya kelinci. "sudah bilang saja begitu, jika harimau itu akan mencariku, bawa dia ke bawah pohon besar di ujung jalan, aku akan menunggu harimau di sana." "Tapi aku takut Cil, apakah benar rencanamu akan berhasil?", Kata si kelinci. 

Percayalah kepadaku, jika aku gagal jangan lagi memanggil saya kancil pintar. " "Ya ya. Aku percaya. tetapi kamu jangan sombong, nanti kamu menjadi lebih sombong dari harimau itu lagi.” Ujar kelinci

Para kelincipun berjalan menemui harimau yang sedang bermalas-malasan. Kelinci itu sedikit gugup menceritakan tentang apa yang terjadi padanya. Setelah mendengar cerita kelinci itu, harimau itu menjadi sangat marah. "Apa! kancil ingin menghajarku? Grr, beraninya dia," kata harimau itu. 

Seperti yang direncanakan kancil, harimau itu dibawa menuju tempat kancil berada. "Itu dia kancil!" Kata Kelinci, dengan menunjukan ke sebuah pohon besar yang ada di ujung jalan.

"Kita hampir sampai, macan, aku takut, jadi jangan beritahu si kancil kalau aku memberitahumu, nanti aku akan dipukul lagi," kata kelinci itu. Kelinci itu, kemudian ia langsung masuk ke semak-semak.

"Hai kancil !!! Aku dengar kamu ingin menghajarku ya?" Tanya harimau dengan nada marah. "Jangan bicara keras-keras, saya sedang mendapatkan pekerjaan penting." "pekerjaan penting apa?"

Kemudian Kancil menunjuk pada objek besar berbentuk bulat, yang tergantung di cabang pohon di atasnya. “Aku ditugaskan untuk menjaga bende wasiat itu. "Bende wasiat apa itu cil?“ Tanya harimau heran.

"Bende itu sejenis gong kecil, tapi bende ini bukan sembarangan bende, bende ini jika di pukul akan mengeluarkan suara yang amat merdu sekali, pokoknya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

"Harimau pun sangat penasaran. "Saya boleh tidak memukulnya?, mungkin saja kepalaku nanti tidak akan pusing lagi setelah mendengar suara merdu dari bende itu." " Tidak. "kata Kancil. Harimau terus membujuk Kancil. Setelah perdebatan panjang," Oke, tapi aku pergi duluan, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu ya? ", kata kancil.

Setelah Kancil pergi. Harimau segera memanjat pohon dan memukul bende tersebut. Tetapi apa yang terjadi. Ternyata bende itu adalah sarang lebah!. Nguuuungl..nguuung! .. nguuuung! .. sekelompok lebah yang marah keluar dari sarang karena mereka merasa terganggu.

Lebah mengejar dan menyengat harimau itu. "Tolong! Tolong!" Teriak harimau kesakitan saat dia berlari. Dia berlari ke sungai, Byuur  melompat ke sungai dan akhirnya selamat dari serangan lebah itu.

“Grrr. Awas kau Kancil!" teriak harimau dengan kesal. "Aku dibohongi lagi. Tapi pusing kepalaku hilang ya? Meski tidak mendengar suara merdu bende. Tetapi harimau tidak begitu kesal, karena kini kepalanya tidak lagi pusing.

"Ha ha ha! Kalian lihatlah harimau yang gagah itu melarikan diri dari sengatan lebah." Kata kancil. Binatang kecil dan lemah tidak selalu kalahkan?" "Aku berharap harimau bisa mendapatkan pelajaran dari kejadian ini, "kata kelinci itu penuh harap.

SERULING AJAIB SI KANCIL
Di suatu siang yang cerah, Si Kancil sendang asik berjalan jalan di sekeliling hutan bambu. “Wah enak juga yah jalan-jalan di hutan bambu”. sejuk dan sangat damai. "Kata Si Kancil di hati, keasyikan berjalan membuat dia lupa jalan keluar.

Kemudian si kancil mencoba untuk mencari jalan pintas dengan menerobos hutan bambu yang ia lalu, tetapi yang terjadi malah si kancil terjepit diantara batang pohon bambu. Tolong!" Teriak kancil, berjuang, tapi semakin dia berjuang, semakin terjepit. Dia hanya berharap akan ada hewan lain untuk membantunya.

Tidak jauh dari hutan bambu. seekor harimau sedang beristirahat sambil mendengarkan kicauan burung. Dia berhayal bahwa dia bisa bernyanyi seperti burung. "Aku berharap aku bisa bernyanyi seperti burung. 

Tapi siapa yang akan mengajariku untuk bernyanyi ya?" Dia bertanya dalam hati, angin sepoi-sepoi membuat harimau itu mengantuk. Tidak lama setelah ia terlelap, terdengar sayup sebuah suara meronta minta tolong. Suara itu terdengar lebih nyaring karena angin. "Suara siapa itu?" kata harimau itu.

"Ini tentu bukan suara nyanyian burung, kedengarannya seperti suara yang berasal dari hutan bambu, lebih baik saya menyelidikinya," kata harimau, dan suara menjadi lebih jelas ketika harimau mencapai hutan bambu dan menemukan bahwa si kancil sedang terjepit di antara pohon bambu.

"Saya sangat beruntung hari ini, tanpa susah payah, ada makanan enak yang tersedia", kata harimau sambil mengeluarkan lidahnya. Melihat yang ditemuinya adalah seekor harimau, si kancil ketakutan. “Apa yang harus aku lakukan untuk melarikan diri dengan selamat? ", Pikir kancil.

"Seekor macan yang baik. Jangan makan aku. Tubuh mungilku! Pasti tidak akan enak untuk kau makan." "Aku tidak peduli. Aku sudah menunggu kesempatan ini," kata harimau itu. Angin tiba-tiba bertiup lagi. kriet .... kriet ... "Suara apa itu?". Tanya harimau penasaran. 

"suara tadi adalah seruling ajaibku," jawab kancil dengan cepat. Otaknya yang cerdik telah menemukan cara untuk melarikan diri. "Aku bersedia mengajarimu selama kamu tidak memakanku, bagaimana?" tanya si kancil pada harimau.

Harimau tergoda oleh tawaran kancil, karena dia benar-benar ingin bisa bernyanyi seperti burung. Ia berpikir bisa bermain seruling tidak kalah hebatnya dengan bernyanyi. 

Tangan Kancil berpura-pura memainkan seruling bersama dengan angin. Sementara harimau memperhatikan dengan serius. "kok lagunya hanya begitu?". Tanya harimau pada kancil. "Ini hanya nada dasar," kata Kancil.

"Begini caranya, mencoba kau kemari dan renggangkan batang bambu ini keluar dari tubuhku", kata kancil. Harimau lalu melakukan apa yang dikatakan kancil hingga ia terbebas dari pohon bambu. 

“Nah, sekarang letakkan lehennu dan regangkan lidahmu di batang bambu ini. Lalu tiup perlahan-lahan.” Kancil menjelaskan dengan serius “Jangan kaget, kalau suaranya kadang kurang merdu, tapi kalau lagi tidak ngadat suaranya bagus lho.” 

“Untung ada adalah harimau. Hmm bodoh dia, mana ada seruling ajaib, kata Kancil di hati." Harimau yang telah terjepit di antara batang bambu tidak menyadari bahwa dia telah ditipu oleh Kancil." Kamu ingin pergi kemana cil? "Tanya si harimau. 

"Aku ingin minum dulu, tenggorokanku kering karena kebanyakan meniup seruling, "jawab kancil. "jadi aku harus belajar sendiri?, tanya harimau lagi. "Aku tidak pergi lama, ketika saya kembali, kamu harus dapat meniup serulingnya, "kata kancil sambil meninggalkan harimau.

Setelah kancil pergi. angin bertiup semilir dan semakin nyaring. Batang batang pohon bambu menjadi bergesekan dan berderit. "Hore, aku bisa!"

teriak harimau yang bersemangat itu. Karena terlalu bersemangat untuk meniup, lidah harimau menjadi terjepit di antara batang bambu. Dia menjerit kesakitan dan segera menarik lidahnya dari batang bambu. 

"Wah ternyata ternyata aku sudah ditipu lagi oleh kancil, betapa bodohnya aku!, Pasti suara seruling itu berasal dari suara bambu yang bergesekan." Grr, benar-benar keterlaluan, awas saja kalau ketemu nanti aku akan memangsamu kancil ”kata harimau.

Setelah lelah mencari kancil. akhirnya harimau bersandar di bawah pohon. Angin bertiup kembali. Kriet..kriet..kriet membuat batang bambu bergesek satu sama lain dan berderit.

Ini membuat amarah harimau sedikit mereda. Dia menjadi mengantuk dan akhirnya tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi bisa meniup seruling asli. dan membuat hewan menari dan bernyanyi.

LOMBA LARI KANCIL DAN SIPUT
Di suatu hari angin yang sejuk membuat para penghuni hutan mengantuk. Begitu juga dengan Kancil. Untuk menangkal rasa kantuknya ia berjalan-jalan di hutan, dengan membusungkan dadanya.

Ketika ia berjalan sendirian dihutan si kancil berkata, "Siapa yang tidak kenal Kancil. Binatang yang pintar, cerdas dan pemberani. Setiap masalah pasti dapat saya selesaikan".

Sesampainya kancil di sungai, ia langsung minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Airnya sangat jernih sehingga Kancil dapat bercermin.

Dia berkata pada dirinya sendiri. "Buaya, Gajah, Harimau semua binatang bodoh, jika mereka berhadapan dengan ku, mereka bisa saya perdaya", kata kancil sombong.

Si kancil tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh seekor siput yang sedang duduk di batu besar. Siput itu berkata, "Hai, Kancil, kamu begitu asyik berbicara sendirian. Ada apa? Apakah kamu sedang bersenang-senang?". Kancil mencari sumber suara itu. Akhirnya dia menemukan lokasi si siput.

"Rupanya kamu sudah memperhatikanku sejak lama?". Siput kecil dan imut imut. Eh tidak! "Kamu kecil tapi tidak imut imut, tapi jelek seperti kotoran ayam", kata Kancil.

Si siput kaget mendengar kata-kata Kancil yang telah menghina dan membuatnya kesal, lalu siput berkata, "Hai Kancil!, kau memang binatang yang cerdik dan pintar oleh karena itu saya menantang kamu untuk lomba lari. "Akhirnya mereka sepakat lomba dilakukan minggu depan.

Kancil pun pergi, kemudian si siput segera memanggil dan mengumpulkan teman-temannya. Dia meminta teman-temannya ketika waktu perlombaan semuanya harus ada di jalur lomba.

"Jangan lupa, kamu bersembunyi di balik bebatuan, dan salah satu dari mereka harus segera muncul jika Kancil memanggil, jadi kita selalu di depan Kancil," kata siput mengutarakan idenya.

Hari yang ditunggu pun datang. Kancil datang dengan raut muka sombong, karena ia berfikir akan sangat mudah memenangkan perlombaan itu. Siput mempersilahkan Kanci untuk berlari bebih dahulu, dan berpesan untuk memanggil dirinya agar Kancil tahu dimana dirinya berada.

Perlombaan dimulai. Kancil berlari santai, sementara siput segera menyelam ke dalam sungai. Setelah beberapa langkah, Kancil memanggil siput.

Tiba-tiba siput muncul di depan Kancil, dan berkata, "Hai Kancil! Saya berada di sini." Kancil pun kaget, lantas ia segera mempercepat langkahnya. Lalu dia memanggil siput itu kembali.

Ternyata siput juga sudah ada di depannya. Akhirnya Kancil berlari. tetapi setiap kali dia memanggil siput, dia selalu muncul di depan Kancil. Sampai keringat Kancil mengalir deras.

Kakinya terasa lemas dan napasnya tersengal-sengal. Ketik ia mendekati garis finish kancil pun kembali memanggil siput, tetapi tidak ada jawaban. Kancil berpikir siput jauh tertinggal di belakang dan dia akan menjadi pemenang lomba. Kancil berhenti berlari. dia berjalan santai sambil beristirahat.

Dengan sombongnya Kancil berkata, "memang Kancil tidak ada duanya." Tapi tiba-tiba Kancil terkejut ketika mendengar suara Siput yang duduk di atas batu besar. "Oh kasihan kau Kancil. Kelihatannya sangat lelah" ujar siput "Tidak mungkin!", "Bagaimana kau sampai di sana dulu, dan aku berlari sangat cepat". seru Kancil.

"Sudahlah cil, akui saja kekalahanmu," kata siput, Kancil masih takjub dan tidak percaya bahwa dia dikalahkan oleh hewan yang lebih kecil darinya, Kancil menundukkan kepalanya dan mengakui kekalahannya.

"Janganlah sedih. Saya tidak meminta hadiah. Saya hanya ingin kamu mengingat satu hal, jangan sombong dengan kepintaran dan kecerdikan kamu dalam memecahkan setiap masalah, kamu harus mengakui bahwa semua hewan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Jadi jangan suka menghina dan meremehkan mereka, kata Siput. Siput segera menyelam ke sungai. Tinggalah Kancil dengan perasaan menyesal dan malu.

KANCIL BERSAUDARA
Di dalam hutan tinggalah dua kancil bersaudara. Mereka diberi nama Kanca dan Manggut. Manggut adalah kakak Kanca. Meskipun mereka bersaudara. tetapi sifat mereka sangat berbeda. Kanca rajin dan baik hati. Sementara Manggut malas dan suka menjahili teman-temannya.

Suatu hari, Manggut merasa lapar. Tetapi Manggut malas mencari makanan. Akhirnya, Manggut mencuri makanan Kanca. Ketika Kanca bertanya pada Manggut dimana makanannya berada. Manggut menjawab tikuslah yang mencurinya.

"Ah, mana mungkin tikus yang mencuri!" kata Kanca. "Ya, sungguh! Masa sama saudaranya tidak percaya!" Jawab Manggut berbohong.

Kanca masih tidak mempercayai perkataan kakaknya. Akan tetapi manggut mengkatakannya berkali-kali sampai Kanca mempercayainyai perkataanya. Akhirnya Kanca memanggil si tikus ke rumahnya untuk menanyakannya secara langsung.

"Tikus, apakah kamu mencuri makanan saya?" Tanya Kanca ke tikus. "Ha? mencuri? Berpikir untuk mencuri saja aku belum pernah!" Jawab tikus. "Ah, tikus!" Ia pasti berbohong," sahut Manggut. 

"Sudah-sudah. Lupakan! Tikus, sebaliknya kamu membawa makanan untukku yang berada di seberang sungai." Kanca mengakhiri pembicaraan.

Tikus berjalan ke tepi sungai. Dia menaiki perahu kecil ke sisi lain sungai. Sebenarnya tikus mengetahui semua ini adalah ulah Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, Manggut dengan cepat berlari menuju seberang sungai untuk memasang jebakan agar tikus terperangkap.

Tatkala sang tikus hampir menyeberangi sungai, ia melihat perangkap yang dipasang oleh manggut. Tiba-tiba tikus mendapatkan sebuah ide untuk berpura-pura tenggelam di sungai.

"Aaa ... Manggut, tolong aku ...!" teriak tikus. Mendengar suara Manggut segera ia membantu tikus. Tikus Meminta Manggut membawanya menyeberangi sungai.
Manggut tidak bisa berbuat apa-apa selain mematuhi perintahnya. 

Dia membantu tikus menyeberangi sungai. Sesampainya mereka di seberang sungai, tikus meminta Manggut untuk menemaninya untuk mengambil makanan.
Karena Manggut tidak hati-hati. kakinya terperangkap di jebakannya sendiri.

Syukurlah karena kejadian itu Manggut menyesali perbuatan buruknya dan berjanji  tidak akan mengulanginya lagi.

KANCIL BINATANG CERDIK
Kancil adalah binatang cerdas dan baik hati. Semua hewan di hutan sangat kepadanya. Kadang-kadang mereka meminta nasihat kepada Kancil. Dengan senang hati, Kancil akan mendengarkan keluhan teman-temannya.

Pada suatu hari, Kancil sedang berjalan-jalan menikmati udara yang sejuk. Tiba-tiba saja, ia mendengar suara anak-anak ayam yang sedang ketakutan terperosok ke dalam lubang. Kancil pun segera menolong mereka keluar dari lubang itu.

Setelah menolong anak-anak ayam, kancil segera melanjutkan perjalanannya. Tak terasa hari sudah begitu siang dam perutnya sudah mulai terasa lapar. 

Kancil menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari makanan. Dan ia pun menemukan dedaunan yang begitu lezat.
Setelah perutnya terasa kenyang, kancil kembali meneruskan perjalanan. 

Semakin lama matahari semakin terik membakar kulitnya. Kancil pun memutuskan untuk istirahat di samping sungai. Saat sedang meminum air sungai, kancil melihat diseberang sungai tersapat buah-buahan yang amat lezat.

Kancil begitu tergoda dengan melihat banyaknya buah-buahan itu. Pasti rasaya sangat lezat. Dan sungguh menyenangkan bila ia dapat menyebrang kesana. Namun bagaimana caranya ia dapat menyebrang karena banyak sekali buaya. Kancil segera memutar otaknya untuk mencari sebuah ide.

Kancil pun mendapatkan ide ywng cemerlang. Segera saja ia menghampiri buaya yang sedang istirahat, ia berkata kepada buaya "hai buaya berapakah jumlahmu?. berjajarlah ke tepi sungai agar aku bisa menghitung kalian. Ini adalah perintah Raja. Baginda Raja ingin memberikan hadiah kepada kalian.

Mendengar hal itu, segera buaya berenang ke tengah sungai dan memanggil semua temannya. Ia menyampaikan berita yang disampaikan oleh kancil. Mereka senang meembayangkan hadiah yang akan mereka terima. Tanpa fikir panjang lagi, para buaya segera mematuhi perintah kancil.

Semua buaya berjejer dengan rapih sampai ke tepi sungai. Jumlah mereka sangat pas untuk membuat sebuah jembatan. Dengan riang, kancil melompati para buaya itu satu persatu sambil nerhitung. Saat pada buaya yang terakhir, kancil segera melompat dan berlari.

Kancil berlari dengan sangat cepat masuk kedalam hutan untuk menikmati buah-buahan. Di belakangnya, para buaya kesal karena merasa di perdaya oleh kancil. Rupanya kancil telah memperdaya mereka semua. Yaa itu semua merupakan ide kancil untuk dapat menyeberang ke sungai dengan aman.

Itulah Cerita Fabel Binatang tentang si kancil yang pandai yang cerdik. Tunggu cerita fabel hewan lainnya ya dek.