Cerita Pahlawan di Mata Uang Rupiah Baru - Mungkin sahabat sastraindo pada penasaran siapa sih sebenarnya wajah-wajah Pahlawan Nasional yang ada di mata uang baru Indonesia.

Sangat miris sekali melihat ketika Pahlawan Nasional dilecehkan, seperti Pahlawan Frans Kaisiepo asal Papua. Jadi untuk memberitahukan kepada umum cerita pahlawan yang ada di mata uang baru.
Cerita Anak, Cerita Anak anak, Dongeng Anak, Cerita Fabel, Kumpulan Cerita Fabel, Cerita Fabel Anak, Kumpulan Cerita Anak, Cerita Pahlawan, Cerita Sejarah
Terlengkap! Inilah Cerita Pahlawan Di Mata Uang Terbaru
Supaya kita tahu, bahwa BI tidak hanya sekedar mencomot gambar pahlawan yang kemudian di cetak di mata uang. Selain karena jasanya yang tidsk terhingga bagi Indonesia Raya.

IR. SOEKARO DAN MOH. HATTA - PECAHAN UANG RP.100.000

Ir. Soekarno
Dr. (H.C.) Ir. Soekarno lahir di Blitar - Jawa Timur pada tanggal, 6 Juni 1901 dengan nama 'Koesno Sosrodiharjo' kemudian beliau diganti namanya menjadi Soekarno lantaran sering sakit-sakitan menggunakan nama lamanya.

Ayah Ir Soekarno bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ir Soekarno mempunyai tiga istri yakni, Fatmawati, Hartini, dan Ratna Sari Dewi yang dari ketiga istrinya Ir Soekarno memiliki delapan anak.

Beliau merupakan Presiden pertama Indonesia, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia, sekaligus Panglima Tertinggi karena semuanya berada dibawah komandonya.

Mohammad Hatta
Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada hari selasa tanggal 12 Agustus 1902. Bung Hatta merupakan Wakil Presiden Republik pertama setelah Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu beliau juga dikenal sebagai organisatoris, negarawan, proklamator, aktivis politik serta pelopor koperasi. Bung Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor.

Dari pernikahannya itu beliau dikaruniai tiga putri bernama: Meutia, Gemala, dan Halidah. Pada tanggal 14 Maret 1980 Bung Hatta meningg dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Cipto Mangunkusumo dan mendapatkan 'anugerah tanda kehormatan' dari presiden Soeharto yakni "Bintang Republik Indonesia Kelas Satu" karena jasa beliau terhadap Republik Indonesia.

Kenapa pecahan uang Rp. 100.000., selalu bergambar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta?
"Gambar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta yang selalu ada di uang rupiah pecahan 100.000?

Karena sesuai dengan keputusan presiden nomor 22 tahun 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 2 Juni 2014."

IR. DJUANDA KARTAWIDJAJA - PECAHAN UANG RP. 50.000
Wajah Ir. Djuanda Kartawidjaja terpampang di pecahan uang Rp. 50.000. Lahir di Tasikmalaya pada hari Sabtu, Tanggal 14 Januari 1911, anak dari Raden Kartawidjaja dan Nyi Monat.

Ir. Djuanda merupakan seorang politisi dan tercatat merupakan perdana menteri pertama dan terakhir Indonesia. Beliau dikenal sebagai seorang yang merumuskan Deklarasi Djuanda pada tahun 1957, dan tercantum pada konvensi hukum laut UNCLOS (United Nations Convention on Law of the Sea).

Adapun deklarasi tersebut menyatakan bahwa "laut Indonesia merupakan laut sekitar, diantara dan di dalam kepulauan Indonesia, yang menjadi satu kesatuan wilayah Republik Indonesia atau negara kepulauan".

Selain itu Ir. Djuanda dikenal sebagai seorang yang memperjuangkan adanya lapangan terbang pertama sampai terlaksana, sehingga untuk menghormati jasanya namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya yakni bandara Djuanda.

Selain itu namanya juga diabadikan untuk hutan raya di Bandung yakni Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.


DR. GERUNGAN SAUL SAMUEL JACOB RATULANGI - PECAHAN UANG RP. 20.000
Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada tanggal 5 November 1890. Merupakan Pahlawan Nasional yang dikenal sangat cerdas dan sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan di tanah Manado.

Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob atau biasa dikenal dengan Sam Ratulangi merupakan Gubernur Pertama Sulawesi Utara yang tercatat memajukan dunia pendidikan dan mensejahterakan masyarakatnya pada waktu itu.

Sebagai penghormatan atas jasanya, namanya dipakai untuk nama Bandar Udara International di Manado, Bandara International Sam Ratulangi, selain itu juga banyak dipakai untuk nama jalan di Sulawesi.

FRANS KAISIEPO PECAHAN UANG - RP. 10.000
Frans Kaisiepo Lahir di Wardo, Biak, Papua pada tanggal Senin, 10 Oktober 1921. Beliau dikenal sebagai pengusung nama Irian, wilayah paling timur di Indonesia yang berarti "panas" dalam bahasa Biak.

Selain itu juga beliau merupakan salah satu orang yang berjasa dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang merupakan pertemuan paling penting yang  membahas pembentukan Negara Republik Indonesia.

Sejarah mencatat beliau merupakan pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan Irian menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tercatat tiga hari sebelum Proklamasi Kemedekaan, Frans Kaisiepo dan teman-temannya mendendangkan lagu Indonesia Raya dan pada tanggal 31 Agustus 1945 melaksanakan upacara dengan mengibarkan bendera merah putih disertai lagu kebangsaan.

Perjuangan Frans Kaisiepo terbayar setelah pada tahun 1969 Irian masuk sebagai Provinsi Termuda Indonesia. Frans Kasiepo dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 077/TK/1993.

Beliau dianugrahai Bintang Maha Putra Adi Pradana Kelas dua. Dan salah satu bentuk penghargaanya namanya diabadikan sebagai nama Bandara di Biak.


KH. IDHAM CHALID PECAHAN - UANG RP. 5000
KH. Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1921 di Setui, dekat Kotabaru, di tenggara Kalimantan Selatan. Beliau Merupakan anak sulung dari kelima bersaudara.

KH. Idham Chalid dikukuhkan menjadi salah satu Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan keppres nomor 133/TK/Tahun 2011 pada tanggal 11 November 2011.

Beliau merupakan salah satu dari ketiga Putera Banjar yang dikukuhkan menjai Pahlawan Nasional selain Pangeran Antasari dan Hasan Basry.

Pada masa peperangan Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau berjuang di Kalimantan Selatan dengan bergabung bersama Serikat Muslim Indonesia (SERMI), yang kemudian ikut berjuang bersama Sentral Organisasi Pemberontak Indonesia Kalimantan (SOPIK).

Kemudian beliau ikut bergerilya bersama dengan Komandan Divisi IV ALRI, Letnan Kolonel Hassan Basri, sampai beliau diangkat menjadi penasehat. Sampai kemudian pada bulan Maret 1949 beliau ditangkap oleh Belanda karena dicap berbahaya, dan baru dibebaskan pada bulan November di tahun yang sama.

Setelah Kemerdekaan KH. Idham Chalid merupakan ketua PBNU termuda karena pada waktu menjabat beliau masih berumur 34 tahun. Beliau memimpin NU selama 28 tahun dari tahun 1956 sampai 1984.

Pada Pemerintahan KH. Idham Chalid menjabat sebagai:
  • Wakil Perdana Menteri dalam kabinet Ali Sastroamidjojo II pada tahun 1956-1957 dan Kabinet Juanda pada tahun 1966-1967.
  • Menteri Utama bidang Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Ampera I pada tahun 1966-1967.
  • Menteri Negara Kesejahteraan dalam Kabinet Ampera II para tahun 1967-1968.
  • Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Pembangunan I pada tahun 1968-1973.
  • Ketua DPR pada tahun 1968-1977.
  • Ketua MPR pada tahun 1972-1977.
  • Ketua DPA pada tahun 1978-1983.
Beliau wafat pada tanggal 11 Juli 2011 dimakamkan di Pesantren Darul Quran, Cisarua, Bogor.

MUHAMMAD HUSNI THAMRIN - PECAHAN UANG RP. 2000
Muhammad Husni Thamrin atau lebih dikenal sebagai MH Thamrin lahir pada hari Jumat, Tanggal 16 Februari 1984 di Jakarta. Beliau merupakan Tokoh Betawi yang mewarisi darah Belanda dari kakeknya. Darah Belanda yang ada pada dirinya tidak membuat luntur memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

MH Thamrin merupakan sahabat karib dari Ir. Soekarno. Di masa perjuangan, beliau dikenal karena mosinya pada tahun 1939 yang meminta agar "Nederlands Indie, Nederlands Indische, dan Inlander" diganti menjadi "Indonesia, Indonesisch, dan Indonesier (Indonesia, Bahasa Indonesia dan Rakyat Indonesia)".

MH Thamrin terpilih menjadi Dewan Kota Jakarta pada tahun 1919 kemudian pada tahun 1935 menjadi anggota Volksraad dewan rakyat mewakili pribumi/Inlander. Beliau aktif di organisasi Partai Indonesia Raya (Parindra) bergabung pada tahun 1935 hingga menjadi ketua pada tahun 1938.

Sejarah mencatat bahwa pada bulan Mei 1939 MH Thamrin merupakan pelopor bergabungnya empat organisasi skala nasional menjadi satu wadah dengan nama "Gaboengan Politiek Indonesia (GAPI)".

GAPI memiliki empat tujuan utama:
  1. Indonesia menentukan nasib sendiri
  2. Persatuan Nasional
  3. Pemilihan Secara Demokratis
  4. Solidaritas antar warga Indonesia dan Belanda untuk memerangi Fasisme.
MH. Thamrin wafat pada tanggal 11 Januari 1941, pada waktu menjalankan tahanan rumah karena dituduh bekerja sama dengan Jepang. Beliau dimakamkan di Pekuburan Karet Jakarta.

CUT NYAK MEUTIA - PECAHAN UANG RP. 1000
Cut Nyak Meutia lahir di Perak, Aceh pada tahun 1870. Tercatat tiga tahun sebelum perang Aceh dan Belanda memanas.
Cut Nyak Meutia dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 107 tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.

Pada tahun 1900, para pejuang pesohor Aceh sudah banyak yang gugur. Pada waktu itu pasukan Belanda sudah bergerak sampai di pedalaman Aceh. Dan Cut Nyak Meutia bersama suaminya memimpin perjuangan gerilya di daerah Pasai.

Pasukan gerilyanya tercatat beberapa kali dapat mencegat patroli pasukan Belanda. Sampai markas Belanda yang berada di Idle diserang oleh pejuang gerliya dibawah komandi Cut Nyak Meutia dan suaminya.

Belanda akhirnya membujuk pihak keluarga Cut Nyak Meutia agar menyerahkan diri. Namun, bujukan itu tidak berhasil. Dia termasuk pejuang yang pantang menyerah.

Kemudian pada bulan Mei tahun 1905, Teuku Cik Tunong ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Belanda. Sebelum meninggal suaminya berpesan agar Cut Nyak Meutia menikah dengan Pang Nangru, yang merupakan sahabat dekat dan orang kepercayaan Teuku Cik Tunong.

Bersama Pang Nangru, Cut Nyak Meutia kembali meneruskan perjuangan melawan Belanda. Karena perlawanan Pasukan Gerliya, Belanda melakukan pengepungan dengan ketat di wilayah Aceh, akhirnya pasukan gerliya masuk lebih jauh ke pedalaman ke rimba Pasai dan terus berpindah-pindah tempat agar tidak mudah ditangkap oleh pasukan Belanda.

Namun, pasukannya tetap menyerang patroli-patroli pasukan Belanda yang lewat di tempat-tempat yang terpencil. Pada September 1910, Pang Nangru tewas dalam pertempuran di Paya Cicem. Cut Meutia masih dapat meloloskan diri. Beberapa orang teman Pang Nangru kemudian menyerahkan diri kepada Belanda.

Cut Nyak Meutia juga dibujuk agar menyerahkan diri, tetapi dia menolak dengan tegas. Cut Nyak Meutia dengan membawa seorang anaknya yang masih berumur sebelas tahun, yang bernama Raja Sabil, Mereka terus berpindah-pindah tempat  di rimbai Pasai.

Akhirnya pasukan Belanda dapat melacak tempat persembunyain Cut Nyak Meutia,  sehingga pada tanggal 24 Oktober tahun 1913, tempat persembunyian Cut Meutia akhirnya terkepung Belanda.

Pada waktu itu dia melakukan perlawanan hanya menggunakan sebilah rencong. Pasukan belanda kemudian melepaskan beberapa tembakan yang mengenai kepala dan dada Cut Meutia. Beliau akhirnya gugur pada saat itu juga.

I GUSTI KETUT PUDJA - PECAHAN UANG RP. 1000 KOIN
I Gusti Ketut Pudja merupakan Pahlawan Nasional asal Bali, yang merupakan putra dari I Gusti Nyoman Raka dan Jero Ratna Kusuma yang lahir pada tanggal 19 Mei 1908. Beliau merupakan putera bangsawan.

Pada tahun 2001 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan keputusan Presiden RI nomor 133/KT/2001.

I Gusti Ketut Pudja dikenal sebagai salah satu panitia PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), beliau ditunjuk langsung oleh Ir. Soekarno untuk mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara). Beliau juga terlibat dalam perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda pada tanggal 16 Agustus 1945 sampai esok harinya.

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan PPKI rapat untuk merumuskan dasar negara, hingga dibentuklah panitia sembilan, yang terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H.A Salim, Achmad Subarjo, Wahid Hasyim, dan Muhammad Yamin.

I Gusti Ketut Pudja juga mengusulkan agar bunyi Sila Pertama yang berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan yang maha Esa" yang kemudian usul tersebut diterima dan dirubah oleh Mohhammad Hatta.

Selanjutnya pada tanggal 22 Agustus 1945, I Gusti Ketut Pudja diangkat oleh Ir. Soekarno diangkat oleh Presiden Ir. Soekarno menjadi Gubernur Sunda Kecil, yang pada waktu itu disebut sebagai "Wakil Pemimpin Besar Bangsa Indonesia Sunda Kecil".

Tugas pertama Gubernur Sunda Kecil tersebut ialah menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan dan menjelaskan konsep dan struktur pemerintahan pada masyarakat hingga ke pelosok pedalaman.

Selain itu juga beliau memerintahkan para pemuda agar mengusir Jepang yang pada waktu itu masih ada disebagian wilayah di Bali.

I Gusti Ketut Pudja meninggal pada tanggal 4 Mei 1977 di usian 68 tahun. Pada waktu itu Presiden Soehato menganugerahi Bintang Maha Putera Utama.

TAHI BONAR SIMATUPANG - PECAHAN UANG RP. 500 KOIN
Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal TB Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara pada tanggal 28 Januari 1920. Beliau dikenal sebagai tokoh militer Indonesia.

Beliau merupakan anak kedua dari delapan bersaudara, ayahnya bernama Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang dan ibunya bernama Mina Boru Sibutar. Beliau dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 68/TK/2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

TB Simatupang diangkat oleh Presiden Ir. Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) menggantikan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang wafat pada tahun 1950.

Beliau menjabat dari tahun 1950-1953.
Beliau juga menjabat sebagai Letnan Jenderal TNI angkatan darat dari tahun 1941-1959. Beliau wafat di Jakarta pada tanggal 1 Januari 1990 di usia 69.

CIPTO MANGUNKUSUMO - PECAHAN UANG RP. 200 KOIN
Tjipto Mangoenkoesoemo atau Cipto Mangunkusumo lahir di Pecangan, Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 4 Maret 1886. Beliau merupakan putera tertua dari Mangunkusumo yang merupakan Priyayi rendahan dalam struktur masyarakat Jawa.

Meskipun keluarganya tidak termasuk golongan Priyayi kelas tinggi, tetapi Mangunkusumo dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai jenjang yang tinggi. Kemudian Cipto Mangunkusumo dikenal sebagai tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.

Beliau merupakan salah seorang yang dijuluki "Tiga Serangkai" bersama Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara bersama mereka menyebarluaskan sebuah ide untuk membangun pemerintahan sendiri dan sangat kritis terhadap pemerintahan penjajah Hindia Belanda.

Dalam pengasinganya karena dituduh bekerja sama dengan Jepang Cipto Mangunkusumo meninggal dunia pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di pemakaman Karet Jakarta.


HERMAN JOHANNES - PECAHAN UANG RP. 100 KOIN
Prof. Ir. Dr. Herman Johannes lahir di Rote Nusa Tenggara Timur pada tanggal 28 Mei 1912. Prof. Ir. Dr. Herman Johannes atau yang biasa di tulis Herman Yohannes dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhono pada tahun 2009.

Beliau merupakan pendidik dan juga ilmuan yang tak hanya mengerti ilmu fisika dan kimia, tetapi juga mengerti ilmu militer. Sehingga sangat tepat dijadikan satu kolaborasi untuk melawan penjajah, pada waktu itu beliau dikenal sebagai peracik bom.

Ceritanya beliau di suruh oleh Presiden Soeharto yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Letnal Kolonel untuk memasang bom di bawah sungai Progo, karena beliau ilmuan jadi tidak sulit untuk meletakannya dibawah jembatan.

Beliau juga pernah ikut serta dalam peperangan kilat yang terkenal sangat cepat untuk menaklukkan kembali Kota Yogyakarta pada tanggal 1 Maret 1949, yang hanya dilakukan selama enam jam untuk merebut kembali Ibukota Republik.

Itulah Cerita Pahlawan-pahlawan yang ada di uang kertas baru, yang tidak sembarangan dipilih oleh Bank Indonesia, semoga kita dapat mencontoh dan meneruskan perjuangan para pahlawan kita.