Cerita Anak Tentang Ular Gaib dan Si Bungsu – Cerita anak ini berasal dari daerah Bengkulu yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak untuk mencari bara gaib yang diyakini dapat menyembuhkan ibunya yang sedang sakit keras.

Tetapi tempat bara gaib tersebut dijaga oleh seekor ular gaib yang menurut rumor ular tersebut menyeramkan, lantaran besar dan menyeramkan.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Anak Tentang Ular Gaib dan Si Bungsu

Tetapi dengan tekad yang kuat untuk menyembuhkan ibunya, anak itu tetap berangkat dan menemui sang ular gaib. Apakah anak itu dapat mendapatkan bara gaib atau dimangsa oleh ular gaib? seperti apa cerita lengkapnya? silahkan baca:

Cerita Anak Ular Gaib dari Bengkulu

Suatu hari di kaki gunung di Bengkulu, hiduplah seorang ibu tua dengan tiga anak perempuannya. Suatu hari, ibu tua itu sakit parah. Dukun di desanya mengatakan bahwa ibu tua hanya akan sembuh jika dirawat dengan dedaunan hutan yang dimasak dengan menggunakan bara gaib yang berada di puncak gunung.

Bara gaib itu dijaga oleh seekor ular ajaib yang akan memangsa siapa saja yang berani mendekatinya. Di antara tiga anak ibu tua, hanya yang termuda yang berani mengambil bara gaib. Eskonya, yang anak termuda pergi ke puncak gunung yang sangat menakutkan untuk mengambil bara gaib tersebut.

Sesampainya di puncak gunung tiba-tiba ada suara gemuruh dan raungan keras. Bumi berguncang dengan keras tanda ular ajaib mencium manusia ada di dekatnya. Anak termuda itu ketakutan. Namun dia tidak tega untuk tidak menjalankannya karena ingin menyembuhkan penyakit ibunya.

Akhirnya yang termuda bertemu dengan ular gaib, yang menunggu bara gaib di puncak gunung, ia takut akan langsung dimangsanya, tetapi ia memberanikan dirinnya.
Yang termuda mendekati ular gaib untuk meminta bara gaib. Tanpa diduga, ular gaib tersebut bersedia memberi bara kepada si bungsu dengan satu syarat, yakni si bungsu harus mau menjadi istrinya. Tanpa berpikir panjang, si Bungsu menyanggupi permintaan ular gaib itu.

Lalu pulanglah si Bungsu membawa batu bara gaib untuk memasak obat untuk ibunya. Setelah mengobati ibunya, si bungsu kembali ke sarang ular gaib. Ibunya berangsur-angsur pulih. Tetapi kedua adik perempuan itu bertanya-tanya mengapa si bungsu itu kembali ke puncak gunung.

Di malam hari, betapa terkejutnya bungsu melihat ular ajaib itu berubah menjadi pangeran yang tampan dan tampan. Namun di pagi hari, dia kembali menjadi ular. Semua itu disaksikan juga oleh kedua kakak si bungsu.

Suatu malam, kedua kakak perempuan si bungsu itu mencuri kulit ular dan membakarnya. Dengan harapan ular gaib itu akan marah dan meninggalkan si bungsu. Tetapi, ternyata sebaliknya. Justru karena kulit ular gaib itu dibakar, pangeran tidak lagi berubah menjadi ular.

Sang pangeran ternyata di kutuk oleh pamannya untuk mengambil alih kerajaan. Menurut pamannya siapa saja yang membakar kulit ular gaib secara sukarela, maka kutukannya akan hilang. Kemudian sang pangeran yang sudah kembali menjadi manusia, mengambil alih kekuasaan kerajaan dan menikahi si bungsu.

Ibunya diundang untuk tinggal di istana, sementara dua saudara perempuannya menolak karena mereka malu atas perbuatan jahatnya kepada si bungsu.

Pesan Moral Cerita Anak
Kebajikan pada orangtua, akan berubah kebaikan di dunia dan akhirat. Dan teruslah berbuat baik kepada orang tua.
Itulah Cerita Anak tentang pengorbanan anak terhadap ibunya, yang rela menemui sang ular gaib demi mendapatkan obat untuk menghilangkan penyakit ibu. Semoga anak sahabat sastraindo kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya. Amin.