Cerita Anak Selendang Bidadari Kayangan – Cerita dari wailayah Sumatera Barat ini menceritakan tentang bidadari yang turun ke bumi untuk mandi di suatu telaga. Ketika sedang asyik mandi, tanpa mereka sadari ternyata ada manusia yang sedang mengintip mereka.

Seorang bidadari dapat terbang kembali ke kayangan karena selendang yang mereka miliki. Ceritanya karena mereka mandi, selendang itu berserekan di luar telaga, dan diambil oleh manusia.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Anak Selendang Bidadari Kayangan
Jika selendang bidadari diambil, lantas bagaimana bidadari kembali ke kayangan, lalu bagaimana ia tinggal, apakah akan menunggu di telaga, dan siapakah manusia yang tega mencuri selendang bidadari tersebut. Baca selengkapnya Cerita anak dibawah:

Cerita Anak Selendang Bidadari yang dicuri

Dahulu kala, ada seorang pemuda tampan dan gagah bernama Datu Awang Sukma. Suatu hari, Datu Awang Sukma melihat ada 7 bidadari cantik yang sedang mandi di telaga. Para bidadari itu tidak tahu jika Awang Sukma sedang mengintip mereka dan membiarkan selendang mereka yang digunakan untuk terbang, bertebaran di sekitar telaga.

Awang Sukma lalu mencuri salah satu selendang terbang milik para bidadari itu. Selesai mandi para bidadari itu kemudian mengenakan selendangnya masing-masing dan bersiap-siap terbang pulang ke kayangan.

Namun sayang, selendang milik Putri Bungsu sudah dicuri Awang Sukma, sehingga ia tidak dapat terbang kembali ke kayangan. Dengan sedih keenam kakaknya pergi meninggalkannya sendirian di bumi. Datu Awang Sukma pun segera keluar menemui Putri Bungsu dan mengajaknya tinggal bersamanya.

Karena tidak ada pilihan lain, maka Putri Bungsu akhirnya terpaksa menerima pertolongan Awang Sukma. Kemudian Putri Bungsu dinikahi Awang Sukma dan memiliki seorang anak perempuan.

Tetapi suatu ketika, Putri Bungsu dikejutkan oleh seekor ayam hitam yang naik ke atas peti berisi padi. Ketika peti dibuka, Putri bungsu kaget dan gembira karena menemukan kembali selendangnya yang telah lama hilang.

Akhirnya Putri Bungsu memutuskan untuk kembali ke kayangan. “Suamiku, jika kelak anak kita merindukanku,Masukanlah 7 kemiri ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan dan iringilah dengan lantunan seruling yang merdu. Pasti aku akan segera menengoknya kemari,” ujar Putri Bungsu sambil terbang ke kayangan meninggalkan Datu Awang dan putrinya di bumi.

Pesan Moral Cerita Anak
Sesuatu yang diawali dengan perbuatan tidak baik bisa menjadi malapetaka di kemudian hari. Jadi jangan pernah berbohong kepada siapapun yah adek.
Itulah Cerita Anak mengenai bidadari yang dicuri selendangnya oleh Awang Sukma yang dengan sengaja mengambil dan menyembunyikan selendang tersebut sampai Bidadari tersebut tidak dapat kembali ke kayangan bersama kakak-kakaknya.