Cerita Anak Raja Burung Parkit - Cerita ini berasal dari daratan hutan Aceh yang memiliki keaneka ragaman jenis burung yang memiliki suara yang merdu dan indah. Salah satunya ialah burung Parkit.

Diceritakan ada Raja Burung Parkit yang hidup damai di pedalaman hutan Aceh sana beserta rakyatnya, hingga pada suatu hari datanglah pemburu burung yang meresahkan rakyat burung parkit, mereka dijebak menggunakan lem perekat.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Anak Raja Burung Parkit Dan Pemburu
Hingga pada suatu ketika burung-burung parkit terjebak dan sang Raja Burung Parkit memberikan ide agar rakyat burung Parkit yang terjebak bisa bebas kembali, seperti apa Cerita anak mengenai burung parkit itu? kemudian apa ide Raja Burung Parkit untuk membebaskan Rakyatnya. Silahkan baca kisahnya dibawah:

Certia Anak Burung Parkit

Ada seorang raja parkit yang tinggal bersama orang-orangnya di hutan di Aceh. Mereka hidup dalam kedamaian.

Namun kedamaian itu terganggu oleh kedatangan seorang pemburu yang berhasil meletakkan lem di sekitar kandang burung parkit.

Akhirnya banyak burung parkit yang terjebak oleh lem yang diletakkan oleh pemburu tersebut, mereka mencoba melepas sayap dan tubuhnya dari perekat. Namun, usaha itu gagal. Para burung Parkit itu panik, kecuali raja burung parkit.

Raja burung parkit pun memiliki sebuah ide, dan mengumpulkan rakyat burung parkit "Tenang. Ketika pemburu datang, kita berpura-pura mati. Setelah melepaskan perekat, pemburu akan memeriksa kita.

Jika dia melihat kita mati, dia akan mengusir kita. Tunggu sampai hitungan ku sampai seratus, kemudian kita terbang bersama meloloskan diri, "pesan Raja Parkit. Keesokan harinya, pemburu datang.

Setelah melepaskan perekat, pemburu mengambil tangkapannya. Betapa sedihnya pemburu melihat burung-burung parkit tangkapanya mati tergeletak.

Tapi sebelum hitungan keseratus raja Parkit, tiba-tiba pemburu itu jatuh tergelincir sampai mengejutkan para burung parkit yang tertangkap.

Alhasil para burung Parkit terkejut, mereka secara spontan terbang bersama ke udara. Hanya tersisa Raja Parkitlah yang belum dipisahkan dari perekat sehingga pemburu cepat menangkapnya.

Raja Parkit kemudian meminta pemburu untuk tidak membunuhnya. Sebagai imbalannya, ia akan selalu menghibur pemburu. Hampir setiap hari, dia bernyanyi dengan merdunya. Kabar suara merdu Raja Burung Parkit miliki pemburu terdengar sampai ke istana raja.

Sang Raja tertarik untuk memiliki Raja Burung Parkit itu, kemudian datanglah Raja untuk melakukan pertukaran Raja Burung Parkit dengan banyak harta perhiasan. Di istana, Raja Burung Parkit ditempatkan di kandang emas dan diberi makanan yang lezat.

Namun, Raja Burung Parkit tidak senang. Dia selalu teringat hutan Aceh tempat tinggalnya. Hingga pada suatu hari, dia berpura-pura mati. Sang Raja sangat sedih dan menyuruh ajudanya untuk memakamkan Raja Burung Parkit dengan upacara kebesaran.

Ketika Raja Burung Parkit terbaring dan diletakan di tanah, dia segera terbang ke udara menuju hutannya. Di sana rakyat burung parkit telah dengan setia menunggu kedatangannya.

Pesan Moral Cerita Anak
Kebebasan hidup lebih berharga dari apapun, hiduplah dan pilih apa yang kamu senangi dan raih kesuksesan didalamnya.
Itulah Cerita Anak yang mengisahkan tentang perjuangan Raja Burung Parkit untuk melindungi rakyat-rakyatnya dari sang pemburu yang ingin menangkap rakyatnya. Ia mengorbankan dirinya agar rakyatnya tidak tertangkap.