Cerita Anak Matahari dan Bulan – Cerita anak ini menceritakan tentang terjadinya siang dan malam yang bergantian secara teratur sampai saat ini. Siang dan malam terjadi karena adanya istri yang kecewa dan memilih untuk menetap di bulan.

Dan suaminya yang menetap di matahari, sehingga sang suami yang mengejar istri, sehingga terjadilah siang dan malam. Sang suami itu ternyata adalah seorang kesatria yang sangat hebat dalam memanah, tidak ada yang dapat menandinginya.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Ia memanah 9 matahari yang dahulu ada di bumi, dan juga memanah calon istrinya yang merupakan bidadari dari langit, bagaimana kelengkapan ceritanya? baca cerita anak dibawah:

Cerita Anak Tentang Matahari dan Bulan


Konon pada zaman dahulu kala matahari berjumlah 10 buah, sehingga suhu panas bumi luar biasa panasnya. Pada saat itu, ada seorang kesatria yang pandai memanah. Dia kemudian membantu manusia yang kepanasan, dengan memanah jatuh sembilan matahari, dan meninggalkan satu matahari untuk kehidupan manusia.

Untuk jasanya, kesatria tersebut diangkat menjadi raja oleh masyarakat. Namun, sayangnya dia kemudian menjadi raja yang kejam. Ketika diangkat sebagai raja, sang kesatria tidak menikah. Sehingga dibutuhkan permaisuri untuk melengkapi tahta kerajaan.

Hingga pada suatu malam, dia menemui dewa pengatur jodoh. Dewaberkata, “pernikahannya masih panjang, karena jodoh mu masih anak-anak.”

Dewa kemudian menunjukkan di atas awan beberapa gadis kecil sedang bermain. Salah satunya adalah calon istri kesatria tersebut. Melihat ini, kesatria sangat marah karena dianggap sebagai penghinaan. Jadi dia mengambil busur dan anak panah untuk menembak gadis itu.

Karena kesaktian sang kesatria dalam memanah, panah yang ia lepaskan mengenai tepat di dada calon istrinya kelak, untungnya jiwa anak itu bisa tertolong. Hingga beberapa tahun kemudian, sang kesatria menikah dengan gadis yang kini telah tumbuh menjadi seorang puteri yang cantik.

Namun setelah menikah, istrinya sering mengalami sakit di dada. Rupanya, itu karena luka anak panah sang kesatria yang mengenainya saat kecil. Lambat laun, sang isti mengetahui bahwa dulu yang memanah dirinya adalah suaminya sendiri, istrinya pun menjadi sangat kecewa.

Kemudian dia memutuskan untuk memakan obat para dewa, yang membuat tubuhnya ringan dan melayang ke bulan dan menetap di bulan. Setelah kepergian istrinya ke bulan, kesatria menyesal dan kemudian ia bertobat menjadi orang baik dan mengundurkan diri sebagai raja.

Atas ketulusannya bertobat dan penyesalan terhadap istrinya, Tuhan lalu menyuruhnya untuk tinggal di matahari. Maka semenjak peristiwa tersebut secara bergantian matahari dan bulan menerangi bumi siang dan malam.

Pesan Moral Cerita Anak
Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, karena Tuhan Maha Pengampun. Dan bersabar ketika menginginkan sesuatu.

Itulah cerita anak tentang matahari dan bulan, semoga anak sahabat sastraindo dapat memiliki sifat yang sabar dan baik hati tidak sombong, supaya dapat berbakti kepada orang tua dan agama. Amin