Cerita Anak Keserakahan Pak Nelayan - Cerita anak ini datanya dari kepulauan Riau, menceritakan tentang sang nelayan yang hidup serba kekurangan, dan mendapatkan mimpi dari seorang tua renta yang ia tidak kenal.

Ia diminta untuk membawa tali untuk pergi ke sebuah mata air yang ada disana, lalu keajaiban pun muncul sesuai apa yang diperintahkan oleh sang kakek di mimpi itu.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Anak Keserakahan Pak Nelayan
Tetapi apa yang dilakukan sang nelayan miskin itu sehingga keajaiban muncul hanya sekedar membawa seutas tali seperti yang diperintahkan. Apakah sang nelayan akan mendapatkan rezeki melimpah? baca ceria anak dibawah ini tentang:

Cerita Anak Tentang Keserakahan Sang Nelayan
 
Diceritakan, di Negeri Rantau Baru, Pelalawan, Riau. Tinggal beberapa nelayan yang serba kekurangan. Pada suatu malam, si nelayan bermimpi bertemu dengan seorang kakek yang memberinya tali dan diperintahkan untuk membawa perahu besar ke mata air yang tidak jauh dari Sungai Sepunjung.

Keesokan harinya, Sang Nelayan pergi ke mata air seperti yang diceritakan dalam mimpinya. Sesampainya di Sungai Sepunjung, dia duduk di kapalnya menunggu apa yang dijanjikan orang tua itu.

Tiba-tiba Sang Nelayan dikejutkan oleh tali yang tiba-tiba muncul dari dalam mata air. Dia segera menarik tali sekuat mungkin.
Pak Nelayan itu kaget melihat di ujung tali yang ia bawa ada rantai emas yang amat besar. Seketika dia langsung menarik rantai emas itu, tiba-tiba dari atas pohon muncul kicauan murai yang menyuruhnya memotong talinya dengan cepat.

Si nelayan mengabaikan kicauan burung murai itu. Sebaliknya, dia meraih tali lebih cepat dengan harapan ia mendapatkan rantai emas yang lebih banyak lagi. Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia menarik tali itu terus dan terus.

Tapi Ups! tali yang ditariknya semakin berat. Sang Nelayan kaget bukan kepalang karena melihat gelembung air yang aneh muncul dari sungai yang akhirnya menjadi gelombang besar.
Tak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari dalam air. Tanpa diduga, tiba-tiba ombak besar itu langsung menenggelamkan kapal si nelayan.

Si nelayan terlempar dari perahu dan jatuh ke air. Perahu itu hanyut dan akhirnya tenggelam dalam arus. Si nelayan bersyukur bisa bertahan dari insiden itu. Dia kembali ke gubuknya dengan tangan kosong.

Keesokan paginya, Pak Nelayan kembali ke tempat kejadian kemarin. Ia berharap menemukan sesuatu di sana, tetapi hari ini hingga esok hari hal itu tidak pernah terjadi lagi. Itulah nasib Tuan Nelayan, dia hanya bisa menyesali keserakahannya.

Saat ini, mata air sungai masih dapat dilihat di hilir Desa Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Pesan Moral Cerita Anak
Lebih baik sedikit tapi cukup, daripada banyak tapi berlebihan. Karena penyesalan hadir di akhir.

Itulah Cerita Anak Tentang Keserakahan Pak Nelayan yang dapat memeberikan kepada anak sahabat sastraindo agar tidak serakah, dan selalu bersyukur atas apa yang dimilikinya. Semoga anak kita tidak meniru tingkah dari pak nelayan ya. Amin.