Cerita Anak Dua Pendekar Sakti – Cerita ini mengisahkan tentang dua pendekar sakti yang ingin saling mengalahkan untuk mengetahui siapa yang lebih sakti antara keduanya. Hingga pada akhirnya mereka bertemu untuk menguji kekuatan keduanya dengan bertanding.

Karena saktinya pertarungan keduanya berhasil imbang, singkat cerita keduanya akhirnya memutuskan untuk memutuskan bertanding dibawah pohon palem. Barang siapa yang terkena buah dari pohon palem dinyatakan kalah.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Anak Dua Pendekar Sakti
Pada cerita anak kedua pendekar akhirnya keduanya meninggal akibat kecerobohan keduanya, seperti apa ceritanya? dan siapakah nama kedua pendekar tersebut? berikut:
Cerita Anak Pendekar Sakti Mandraguna


Ada dua pendekar yang hebat, bernama Pahit Lidah dan Mata Empat. Sayangnya, mereka selalu bersaing dan merasa diri mereka yang paling kuat. Hingga suatu hari, mereka bertanding untuk menentukan siapa yang terbesar.

Setelah beberapa lama pertarungan itu berakhir seimbang. Untuk menentukan siapa yang menang, mereka akhirnya memutuskan salah satu dari mereka untuk berbaring tertelungkup di bawah pohon palem dan lawannya akan menjatuhkan tandan bunga pohon palem secara bergantian.

Dan siapa yang terkena tandan aren dinyatakan kalah. Mata Empat mendapat giliran pertama. Kenapa ia di juluki Mata Empat karena memang memiliki empat mata, dua di depan dan dua laginya ada di belakang kepalanya.

Dengan cepat, Si Pahit Lidah memanjat pohon palem dan berhasil memotong tandanya. Sementara itu, Empat Mata berbaring menghadap ke bawah di bawah pohon palem. Karena memiliki empat mata, si Mata Empat berhasil menghindari tandan-tandan palem yang dijatuhkan dari pohon oleh Si Pahit Lidah. Selamatlah Pendekar Mata Empat.

Sekarang, giliran Mata Empat memanjat pohon palem. Sementara itu, Si Pahit Lidah menghadap ke bawah pohon palem. Kemudian dengan cepat Pendekar Mata Empat memotong tandan-tandan palem ke tubuh Pahit Lidah.

Pendekar Pahit Lihat terkena bunga palem yang tajam. Seketika itu dia meninggal. Mata Empat menjadi pendekar paling kuat. Namun, Mata Empat masih penasaran dengan lidah yang dimiliki oleh Si Pahit Lidah. Apakah lidahnya benar-benar pahit seperti namanya? Dibukalah mulut Si Pahit Lidah. Kemudian, dia menjilati jari telunjutknya yang telah terkena liur si pahit lidah.

"Ups! Rasanya benar-benar pahit." Memang benar rasanya pahit. Ternyata rasa pahit itu racun mematikan yang terdapat di lidah pahit lidah. Akhirnya. Empat Mata mati seketika.

Sekarang tidak ada lagi pendekar yang terkenal saat itu. Mereka mati sia-sia karena kesombongan mereka.


Pesan Moral Cerita Anak
Pergunakanlah ilmu untuk sesuatu yang berguna. Dan janganlah sombong, karena sombong akan menjerumuskan kita kepada kesesatan.

Itulah Cerita Anak Tentang Dua Pendekar yang ingin mendapatkan gelar paling kuat, padahal jika mereka bersatu dan menuntas kejahatan pastilah damai yah. Semoga anak sahabat sastraindo menjadi anak yang melindungi teman-temanya.