Cerita Anak Ditelan Batu Ajaib - Cerita ini menceritakan tentang sebuah keluarga kecil yang sedang berusaha untuk mencari makan, pada keseharianya mereka makan hanya dengan serangga yang di masak.

Pak Tani yang tak kunjung datang dan anak-anaknya merasa kelaparan sehingga ibunya menyuruhnya untuk mengambil belalang simpanan tetapi apa yang terjadi belalang simpanan terbang semua.
Cerita Anak Anak, Cerita Anak Pendek, Cerita Anak, Kumpulan Cerita Anak, Dongeng Anak, Dongeng Anak Pendek, Dongeng Anak Anak, Kumpulan Dongeng Anak
Cerita Anak Atu Belah Batu Ajaib
Cerita anak ini juga menceritakan tentang pegorbanan seorang Ibu untuk membela anaknya yang bersalah. Ia rela di marahi dan di usir demi anaknya yang ia cintai. Hingga sang Ibu memutuskan untuk ditelan oleh Atu Belah, bagaimana cerita lengkapnya.

Cerita Anak Atu Belah

Di desa Penurunan di Tanah Gayo, hiduplah keluarga petani yang sangat miskin dengan dua anak.

Setiap hari, Pak Tani berburu di hutan dan menangkap belalang di ladang. Belalang yang dia simpan di lumbung untuk diprosesnya. Bu Tani kemudian mengolahnya menjadi makanan.

Suatu hari, Pak Tani belum pulang dari berburu. Kedua anaknya merengek kelaparan. Di dapur tidak ada makanan sama sekali. Bu Tani kemudian menyuruh putranya untuk memungut belalang di sebuah lumbung dekat rumah mereka.

Ternyata, ketika di dalam lumbung, si anak lupa menutup pintu lumbung sehingga semua lepas belalangnya terbang. Dia kembali ke rumah sambil menangis. Dia ceritakan semuanya kepada Bu Tani. Ya Tuhan! Bu Tani terkejut. Dia tahu Pak Tani akan marah.

Pak Tani pulang tanpa mendapatkan apa-apa. Bu Tani kemudian terus terang apa yang terjadi dengan mengatakan semua belalang yang disimpan terbang karena kecerobohannya.

Mendengar itu, Pak Tani sangat marah dan kemudian mengusir Bu Tani. Sambil menangis Bu Tani pergi ke Atu Belah, sebuah batu yang diyakini dapat menelan orang-orang yang bernyanyi dalam bahasa Gayo.

Tekad Bu Tani untuk dimakan Atu Belah pun sudah bulat. Di depan Atu Belah, dia bernyanyi berkali-kali menggunakan bahasa Gayo. Ajaibnya, tidak lama Atu Belah pun terbuka. Kemudian dia masuk ke mulut batu yang menganga. Perlahan-lahan tubuhnya ditelan Atu Belah hingga tidak lagi terlihat.

"Ibu ... Ibu ... jangan tinggalkan kami," jerit kedua anaknya. Tapi, tubuh Bu Tani sudah ditelan oleh Atu Belah. Hanya tujuh helai rambut yang tersisa.

Pada saat yang sama, langit tiba-tiba menjadi gelap dan hujan turun dengan lebat. Bumi bergetar untuk menyaksikan Atu Belah menelan manusia.

Tujuh helai rambut Bu Tani kemudian digunakan sebagai jimat oleh anak-anaknya.

Pesan moral Cerita Anak
Sesuatu yang diputuskan pada saat marah, biasanya akan menjadi keputusan yang salah.

Itulah cerita anak tentang ibu yang rela berkorban untuk sang anak. Semoga anak sahabat sastraindo menjadi pribadi yang sabar dan pdan penyayang. Amin.