Memiliki rindu di hati terkadang membuat kita bahagia ataupun sebaliknya, apalagi jika kerinduan itu datangnya untuk mantan kekasih yang sudah bahagia dengan orang lain, dan kita masih merasa memilikinya, rindu kedatanganya, canda dan tawanya.

Setelah bertahun-tahun menjalani kisah cinta bersama, yang kemudian dipisahkan untuk selamanya. Kita yang dituntut untuk mencintai orang lain, tetapi di relung hati terdalam hanya tersimpan namanya, yang menjadi puisi puisi kerinduan disetiap malam.
Puisi Kerinduan Untuk Mantan
Kenangan akan dirinya menambahkan bumbu sakit yang tiada tara, dan menimbulkan beberapa tanya, apakah kau disana merindu juga?

Atau yang sebenarnya wujud rindu itu adalah penyesalan abadi yang tak pernah kunjung reda untuk menjadikan namamu puisi rindu yang begitu amat panjang untuk dilalui. Atau kutukan yang Tuhan limpahkan kepadaku?

Puisi Kerinduan Untuk Mantan

Kenapa
Sudah pergi kenapa masih sering kembali?
Sudah menemukan pengganti
yang katanya jauh lebih baik,
tapi kenapa masih sering chat seakan masih peduli?
Sudah terlihat bahagia di sosial media,
kenapa tiap malam masih menyapa?

kenapa?
Apa ada yang ketinggalan di saya?
Oleh: mbeer

Percayalah
Percayalah, aku adalah
rumah yang tertutup rapat
tanpamu, hati ini masih terjaga
untukmu yang disana, pulanglah.
Oleh: hiayosorry

Hujan dan kenangan
“Hujan”. Adalah setumpukan rindu yang
jatuh secara bersamaan dan berserakan,
sesampainya menghasilkan genangan ataupun
kenangan, bagi masin-masing hati yang
masih mendamba harapan.
Oleh: jungantonius

Seluas apa
Harus selupa apa
agar aku
dapat mengenangmu?
Oleh: indadah

Bila pada akhirnya nanti
Bila pada akhirnya aku harus menjauhimu, aku akan
memulainya dengan berjalan mundur. Aku akan
menghayati lambai tanganmu diselangkah demi
selangkah. Aku akan mengisi jarak dengan doa dan
harap. Karena sejauh apapun kita berpisah, kita masih
dibawah langit yang sama, masih didalam bumi yang
tidak lelah berputar
Oleh: Zarry Henrik

Yaitu kamu
Meski pada akhirnya kita tidak bersama,
setidaknya kau pernah menjadi sesuatu
yang mampu menunda kesedihanku.
Oleh: sigi

Aku bukan pengecut
Aku memilih mencintaimu dalam diam
Bukan karena aku pengecut
Bukan pula karena aku penakut
Tetapi karena aku sadar bahwa
perasaan ini tidak akan terbalas.

Mungkin suatu saat nanti
perasaan ini akan terbalas.
Dan mungkin juga saat kamu
mulai merasakan perasaan
ini, semuanya sudah terlambat.

Karena mungkin saja aku sudah tidak
memiliki perasaan itu saat kamu
sadar bahwa perasaan yang kupunya
ini bukan hanya sebuah kata atau
sebuah lelucon.

Selagi masih ada waktu,
Dan selagi semuanya belum terlambat.
Jangan lagi menyianyiakan seseorang
yang tulus menyayangimu.
Karena seseorang yang kau sia
siakan akan menjadi seseorang
yang kau rindu dan kau cari tahu kabarnya.

Dan,
Yang Terakhir adalah.
Mencintai dalam diam selalu melahirkan
resiko berat yang sulit untuk dijalankan.
Satu satunya resiko berat itu adalah;
Saat kita harus menerima kenyataan
bahwa seseorang yang kita cintai
tidak memiliki perasaan yang sama
dengan apa yang kita rasakan.
Oleh: diyanisyifa

Waktu
Waktu begitu cepat berganti
Waktu kau tak bisa kembali
Ingatan yang mulai memudar
Kata kata yang tak terfikir oleh
Nalar
Malam ini aku merasa ada yang berbeda
Semenjak kau pergi
Ketika aku mendengar ucapanmu
Tentang perpisahan

Ketika pertemuan setiap hari langsung dihentikan, aku berfikir
bahwa baru kemarin kamu pergi, tetapi aku terjerumus di dalam
waktu antara bayanganmu dan kenangan yang enggan hilang
dan sekarang kenangan itu berubah jadi rindu, sangat ingin aku
menemuimu dan menyapamu seperti hari lalu, tapi aku sekarang
hanya bisa mendoakanmu agar dirimu bahagia dengan
senyuman sederhana seperti hari biasa, ingat selalu janji ku
kala itu bahwa aku akan bertemu lagi denganmu, suatu saat nanti
semoga tuhan mentakdirkan kita untuk bertemu tak apa jika
hanya saling menyapa dan bertatap muka tapi sumpah aku rindu
padamu dan selalu berusaha ingin menemui mu, dan hanya
memastikan senyuman mu masih samakah seperti yang dulu?
Oleh: vitorzki

Langit mendung sore
Langit mendung sore itu menjatuhkan:
Anak panah
dalam diriku berlarian. Keheningan
memanggil manggil; mengejar
angin barat yang meletakkan
september
di keningmu
menjaga tempat terakhir:
Bibirmu
jadi keinginan dan keenggananku pergi.
Sekali lagi
rindu yang kalah; menyerah.
Memelukku
oleh rasa ingin memiliki. Meringkusku
bertahan di pucak amarahku
laut lepas berisi jawaban:
Membelahku
kemudian. Kau takut kehilangan.
memalingkan keraguan.
Menuntunku
menoleh pada cinta tanpa rasa
takut. Menautku
perlahan lahan; semakin dalam.
akhirnya aku terjatuh
dalam ciuman
Oleh: angsacinta

Itulah sekumpulan puisi kerinduan untuk mantan kekasih, menikmati dan menahan sakit akan mantan kekasih tidak akan pernah cukup, belajarlah merelakan, lupakan dengan doa terbaik untuk dirinya, dan mulailah dengan yang baru. Jadikan ia sebagai pelajaran berharga agar tidak lagi menua luka dalam cinta. Semangat!