Pada karya Chairil Anwar satu ini, entah hanya menurut pendapat admin sastraindo sendiri seperti puisi ini berunsur kematian, seperti sang binatang jalang sedang menceritakan dirinya akan kematian yang akan menghampirinya dengan begitu cepat diumur 26 tahun.

Setelah difikir-fikir dan menarik benang merah pada setiap sastrawan Indonesia yang berpuisi, pasti disetiap karyanya memiliki satu atau lebih pesan singkat pada bait puisinya yang mengarah kepada kematian, entah seperti mengarang kematianya sendiri atau pada umumnya.

Coba sahabat telusuri sendiri, banyak sekali karya seperti itu, tidak hanya puisi-puisi karya sastrawan yang sudah tidak ada maupun yang masih berkarya sampai saat ini, seperti Sapardi Djoko Damono.
sastraindo.com
Jelas sekali Kepada Peminta-minta ini merupakan dialong antara penulis dengan takdir kematiannya, bias dikatakan sedang bernegoisasi dengan malaikat maut utusan tuhan, yang dirasanya akan cepat menghampirinya.

Makna yang terkandung di dalamnya mengandung makna perasaan, dialong di dalamnya negoisasi kehidupan sang binatang jalang, mau tidak mau ia harus melepaskan semua atribut keduniawian untuk menuju dan menghadap tuhan. Syukur diusianya yang diberi 26 tahun di bumi, digunakan untuk menginspirasi kita semua.

Puisi Kepada Peminta-minta

Baik, baik aku akan menghadapi dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.

Jangan lagi kau bercanda
Sudah tercacar semua di muka
Nanah meleleh dari luka
Sambil berjalan kau usap juga.

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau datang
Sembarang kau merabah.

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah.

Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku

Baik, baik aku akan menghadapi Dia
Menyerahkan diri dari segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.
Juni 1943
Karya: Chairil Anwar


Itulah Puisi Kepada Peminta peminta karya sastrawan Chairil Anwar sang Binatang Jalang, yang menginspirasi, sederhana dan memiliki makna yang dalam. Puisi diatas sangat amat mewakili perasaan Chairil Anwar, emosi dan jiwa pemuda yang begitu kental disetiap katanya. Semoga menginspirasi sahabat sastraindo.

0 comments:

Post a Comment