Jangan tanyakan kenapa status kita menjadi mantan, yang jika bertemu memiliki tatapan yang menggambarkan seribu kenangan bersama, tetapi tanpa sapa, sepi!.

Bahkan seolah semuanya tidak pernah ada apa-apa, menyakitkan hati satu sama lain, tetapi lebih sakit ketika salah satu manusia tersebut memutuskan untuk berpisah, entah kerna alasan apa.

Puisi Singkat Bikin Mantan Kekasih Nangis
Dengan tenang, dan menahan kemenangan, pantengin puisi yang dijamin bisa buat mantan menangis, tapi jangan balika juga yak:

“Hai, engkau mustahil kulupakan, karena
Engkau adalah ingatan.”
Oleh: Candramalik

“Seketika itu, perasaan yang hilang
Kini muncul kembali mengambang
Di tengah peraduan pikiran bimbang
Tepat di antara cinta mabuk kepayang

Lalu lintas rindu di kepala
Semakin liar membabi buta
Kesana kemari menghias kepala
Semakin saja membuat diri ini dibuai asmara

Selalu ku terjaga dalam redup kian pekak
Memikirkan tentang kata hati yang membengkak
Dia seolah berteriak
‘aku rindu, padamu wahai pemberontak,
Wahai pengacak, wahai penggertak’
Kau memberontak pada pikiran ku
Kau mengacak candu ku
Kau menggertak perasaan ku
Sebab kau hanya hilir mudik sesekali
Dalam pikiran dan hati
Lalu membekas seolah suri
Dan kemudian pergi tanpa arti.”
Oleh: thmshuer

“Fana memang nyata adanya.
Senang berulang sedih
Kemudian,
Rindu datang terbalas
Dengan kenangan,
Sakit yang berlebihan
Akan susah hilang,
Dan kini aku paham
Aku rindu kepulangan.”
Oleh: H23

“Sesekali, duduklah berdua denganku
Sambil minum kopi
Tapi tak usah pakai gula,
Biar rasanya seperti kenangan kita
Yang dulu pernah Bersama.”
Oleh: Calumiaa

“Hujan yang setia ternyata
masih menyimpan rahasia—mungkin semacam
rindu yang tak sempat disampaikan
di masa lalu.”
Oleh: Pedje

“Beberapa rindu
Bungkam
Tanpa memilih
Terlampiaskan”
Oleh: Carlozdaniel

“Ucapkan
Terimakasih pada
Malam
Berkatnya
Kau hadir
Walau hanya
Sekedar bayang”
Oleh: GedangDoyan

“Sentuhan itu tak akan ada
Lagi jika kau memilih pergi
Dan enggan bertemuku dilain
Waktu. Tatapanmu kan hilang
Bersama harapan yang tertanam
Saat kau menatapku tanpa
Hentinya. Aku rindu saat kau
Menyentuhku dengan lembut dan
Menatapku dengan manja.
Kembalilah, kumohon. “
Oleh: Yuliasryn

“Rindu itu kalbu
Datang seperti
Serdadu
Peredannya hanya
Temu
Diwaktu yang
Tak tentu”
Oleh: Mollyta

“Setiap hari ketika kau tiada
Rindu senang mengajakku bicara.
Lalu kami menulis puisi.
Puisi yang isinya namamu saja.”
Oleh: mempuisikan

Menyeduh Rindu
“Sejak malam, rindu terus
Mengganggu.
Kucoba buat secangkir kopi susu
Sambil mengikat bayang
Wajahmu yang tampak semu.
Kuseduh lalu kuaduk kuingat-
Ingat kenangan yang pernah ada
Antara aku dan kamu.
Hingga kulihat kepulan asapnya
Seolah membentuk lengkung
Senyummu.
Kutipu perlahan lalu kusesap
Sedikit demi sedikit, sambal
Kunikmati kenanganku
Bersamamu dulu. Saat duduk
Berdua denganmu. Berhadapan,
Saling tatap, dan tersenyum.
Aku tak menyesali kenangan itu
Pernah ada. Karenanya, aku lebih
Sering menyeduh RINDU.”
Oleh: Tnj

“Sepertinya percuma melepas rindu jika
hanya lewat jari yang saling berbalas
kata bukan saling menatap mata.”
Oleh: BF

BERBAHAGIALAH
“Selain tanah dan daun sepagi ini
Basah juga tiba di lenganku
yang semalaman suntuk menopang
alinea juga pragraf-paragraf
yang bersemadi dalam buku kita

Kupikir airmata memang berhak
luruh ketika kata-kata mendadak
lumpuh

Sebab langkahmu tak bisa maka
biar kutahan kau agar tak pergi juga dari kepala
Setidaknya sampai bekal kesanggupanku
tanpamu terkumpul sebanyak tak terhingga

Selebihnya biar kukurung luka di balik
ulas senyum biar kau menyangka
kau telah gagal menyakitiku

Dan untukmu di hari kemarin
Berbahagialah dengan yang telah
kau menangkan
Bersenang-senanglah dengan pilihan
yang kau anggap paling baik
bukan paling aku.”
Oleh: Jimniawan

“Aku sangat merindukan satu hari:
di mana senyum kita pernah bertemu,
meski bukan saling memberi.”
Oleh: Hafnikharisma

“Lucunya pertemuan,
kita masih saja sering gugup

Tapi,

Lucunya perpisahan
kita saling menunjukkan
siapa yang paling tak sanggup.”
Oleh: Indra R

“Beritahu aku caranya ikhlas,
agar rindu  ini menemui batas.”
Oleh: Kabutrindu

Untuk sahabat aksara, kaalau sulit menerima perpisahan jangan memulai suatu hubungan, mungkin itu kata yang pas supaya kita berjuang demi cinta yang harus diperjuangkan, jangan sampai si cinta menjadi sang mantan yang... isilah sendiri, terlalu menyakitkan untuk diungkapkan.