Menyedihkan memang hati yang telah dijaga dan pupuk setiap hari demi semakin hari semakin memiliki cinta yang berbuah abadi, tetapi semesta memberikan kenyataan pahit akan perpisahan dengan sang kekasih hati.

Patah akan selalu membekas, dan menghasilkan retakan, yang mungkin tidak akan pernah hilang, bekas akan selalu terasa apalagi dengan membukan kenangan dan luka lama yang akan membuka luka yang sudah tinggal kenangan.

Puisi Sedih Karena Patah Hati
Dengan menyesalinya, tidak akan ada habisnya, yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa yang patah akan tumbuh, yang hilang akan berganti.

Puisi Patah Hati: 


Apakabar
Lama tak bertemu
waktu tak menghapus yang hati simpan
meski kesempatan
terasa mustahil dapat terulang
apa bisa laut tak berombak
apa bisa ku melupakan
kenangan manis
bertahta dalam hati

dan mana mungkin
Kembali seperti dulu

masih ada rasa
pisah tak berarti tak lagi saying
meski kini beda
terasa dirimu tak tergantikan
jika hidup ini harus berjalan
bodohlah ku masih bermimpi
suatu hari
kembali ke pelukmu

dan mana mungkin
kembali seperti dulu

bahagialah
bahagialah
kau dan dirinya
bahagialah
Oleh: z.h

Hunian Kita
Kita belum cukup dewasa jika
menyelesaikan pertengkaran dengan
kekanak-kanakan

Kau diam
Aku diam
Kita sama-sama tidak mengalah hingga
cinta menyerah

Pada akhirnya
Kita menjadi asing di hati masing-masing
Oleh: fermendkis

Cukup Sudah
Dan di hentikan segala rasa.
Terpingit cinta bersimbah dusta
Bibirnya tertawa
Matanya berkaca,
Bertanya pada hati
Sakit?
Tidak… hanya menahan
Luka yang kian memar saja.
Oleh: Ratih

Sampai Kapan?
Aku patah untuk kedua kalinya, terinjak
lagi oleh kaki manusia yang nakal.
aku patah untuk kedua kalinya, melihat
hati diinjak oleh sebuah loto mesramu.
aku patah untuk kedua kalinya, yang tak
lagi dapat melihatmu tertawa bersamaku.
hey, berhenti berpura-pura baik kepadaku
dan hati ini, aku mungkin patah untuk
kedua kalinya, tapi tidak dengan patah
semangat untuk mendapatkan yang lebih
baik darimu.
Oleh: yuliasyura

Sekarat
Kupikir, ya, kesabaran adalah kekuatan
menahan sesuatu yang berat, yang
tidak hanya rasa rindu, rasa ingin, tetapi
juga rasa sakit.
Oleh: zarryhendrik

Celaka
Celaka
Ada yang terus tumbuh dalam dadaku;
ia meletup ketika dihadapmu.
aku menyadari debarku
bukanlah hal yang biasa

Ada yang ikut sesak
dan berlanjut terisak.
Aku menyadari patahku
sudah meluas ke seluruh rasa.

Ini celaka,
semenjak kutahu kau hanya singgah,
rindu dan luka kerap membuat ulah
dan aku terpaksa—
Kalah
Oleh: Indra R

Renjana Pilu
Dalam setiap pejam mata
Engkau berlarian
Berjubahkan cahaya
Merekah tak bercela

Gelak renjana penuhi dada
Bahasa tak mampu memaknainya
Tanpa daya ku mengejarnya
Semakin jauh, menyisakan nelangsa
Sang waktu, ku harap kau sanggup
Memalingkannya
Oleh: Kemalabdalla

Kau
Senang mengenang,
membingkai bangkai,
menyukai luka,
menikmati mati,
kemudian lupa
waktu tak pernah alpa
Oleh: Fiersa Besari

Hilang
Tidak ada lagi suara-suara yang menggema
Karena tubuhku sudah tertidur pulas di lembah kesunyian.
Oleh: jagoanculun


Siapa lagi?
Jika bukan padaku dirimu berpulang, maka akan
kusemogakan agar rasa ini segera hilang

Jika bukan padaku lagi dirimu merebah, maka itu
menandakan sudah saatnya kita berpisah

Aku sungguh tak bisa mengatur harus kepada siapa
rindumu melebur, pun aku tak mampu memiliki
kendali atas berjalannya sebuah alur.

Memang dasarnya tidak ada yang abadi, sayang
bahkan kisah kita akhirnya menjelma bagai debu,
dan hanya meninggalkan nestapa yang menggebu.
Oleh: nuraulisari

Waktu telah berlalu
yang dulu bahagimu adalah bahagiaku, sekarang bukan lagi.
yang dulu waktumu adalah waktuku, sekarang tidak lagi.
bahkan dulu, jika kabarmu tak terdengar, hatiku khawatir hingga memar.
sepucuk harap yang kau beri, namun bagiku mekar nan indah bila digayang, namun saat ini
aku sadar kita telah sampai dipengujung waktu.

Kabarmu benar-benar telah hilang, harapmu telah ku coba kubur dalam kenang.
Selamat tinggal wahai jiwa yang telah memberi harapan.
Kita kita telah usai.
Oleh: nt

Diambang Kata-Kata
Kerelaan hanya diambang kata-kata,
ketulusan tinggal pada ucap tanpa makna.
Kecemasan lalu-lalang, kau hilang.
Dalam pertengkaranku sendiri
Aku tumbang.
Oleh:fathirms

Patah akan selalu menyisakan luka yang mengangah, tetapi selagi sahabat aksara yakin, perlahan ia akan tumbuh, percayalah suatu saat ada orang yang akan lebih siap dari siapapun untuk menemani dan menerima pahitnya luka masalalu dan mengobatinya. Sampai yang ada hanya hari-hari indah bersamanya.