Cinta memang bagaikan pisau yang bermata dua, ia bisa menjadikamu seseorang yang paling beruntung karena dicintai dan ia juga bisa menjadikan kamu orang yang menyedihkan karena dicintai.

Olehnya kita harus berhati-hati dengan cinta, yang tidak hanya berupa kata, atau ucapan belaka. Cinta yang melibatkan rasa yang menusuk dan menancap disukma akan membuat dua insan yang asing menjadi penting.
Puisi Sedih Karena Cinta Singkat
Itulah sebabnya ketika sedih karena cinta, yang dirasa sesak nafas yang tak kunjung reda, untuk sabahat aksara, wajib membaca setiap Puisi Sedih yang tertera dengan amat rapih:

"Cinta itu, katamu, hanyalah pengulangan
Kehilangan. Dan puisi mengajarkan kita
Bagaimana bertahan hidup dalam
Kesepian."
Oleh: tupin_

"Hargai waktu yang selalu kau alami,
Kau takkan pernah tahu,
Barangkali, pertemuanmu dengannya hari ini,
Bisa jadi pertemuan kalian untuk yang terakhir
Kali."
Oleh: MC

"Kamu adalah:
Semogaku,
Andaiku,
Mimpiku,
Yang ternyata tak bisa
Jadi nyata."
Oleh: Suci

Perpisahan
"Kau terlalu sibuk dengan fase kasmaran,
Hingga kau lupa, semua manusia akan
Mengalami fase yang bernama; ‘perpisahan’"
Oleh: MC

"Ada yang bilang kehilangan seseorang yang kita cintai
Itu yang terburuk

Tapi nyatanya
Kehilangan diri sendiri lah yang terburuk dari yang terburuk"
Oleh: Dhika

"Aku menyeduh kegelisahan
Dari kantung kerinduan
Perihal suara yang pergi dan pulang
Tanpa kata"
Oleh: Burung Gereja

Kita tahu sejak dini
"Kita tahu sejak dini dan
Baru mengerti ketika telah mendewasa
Bahwa hari ini
Takkan melulu baik baik saja

Hari ini kita masih berbagi kasih
Besok, lusa, tulat, atau tubin kita bisa jadi tinggal dongeng
Tentang sepasang manusia yang pernah hidup dalam suatu kisah

Barangkali bukan salah takdir
Hanya saja kita yang salah tafsir ketika
Waktu melahirkan debar debar premature di dada

Kita yang ingin bersegera mengecup kening
Besok jadi kita yang hanya tersisa di kenang

Di mataku dan di matamu
Kesedihan tak pernah bisa mengumpat
Dan perlahan kita memahami bahwa jarak
Paling jauh bukanlah perihal kilometer atau juga kalpa
Melainkan ketika sepasang mataku
Menjelma buku yang nganga
Sepasang matamu tak pernah lagi mau membacanya
Begitu juga sebaliknya."
Oleh: Jimniawan

"Aku tak kehilanganmu,
Pun kau tak kehilanganku,
Kita hanya kehilangan
Sesuatu untuk dikenang.
Itu saja."
Oleh: arifrahmansetio

"Ini bukanlah perpisahan
Hanya pertukaran peran
Kita tetap terhubung
Di dalam puisiku
Aku tak kuasa untuk
Tidak menuliskannya
Kau puntakkan kuasa
Untuk tidak membacanya"
Oleh: Una

"Kau
Senang mengenang,
Membingkai bangkai,
Menyuka luka,
Menikmati mati,
Kemudian lupa,
Waktu tak pernah alpa"
Oleh: fiersa Besari

"Meringkas Temu
Katamu, “kita tidak perlu bertemu untuk sementara waktu,”
Kataku, “tak apa kalau itu maumu, biar rindu ini menggebu,”

Katamu, “aku tidak bisa berjanji akan kembali kepadamu.”
Kataku, “beri serentang waktu agar rasa ini mati hingga harap
Menjadi debu.”

Pada tiap perjumpaan kita, tanpa sengaja kita meringkas waktu.
Pada tiap perpisahan kita, tanpa sadar menebar candu.

Jika aku bukan lagi tempatmu berlabuh, semoga kau menemukan
Orang lain untuk dirimu berteduh."
Oleh: Ridmhtrd

LARAKU, BAHAGIAMU
"Aku tidak melarang pergimu
walau kau bak candu bagiku

Sebab aku tau, aku sedang jatuh cinta sendirian
Bukan bersama denganmu

Kita bak fajar dan senja yang tak mungkin bersatu
Bagai siang malam yang tak pernah bertemu

Pergilah kasih
Bahagialah selalu, do’aku tetap bersamamu"
Oleh:

"Jika bukan padaku dirimu berpulang, makan akan
kusemogakan agar rasa ini segera hilang

Jika bukan padaku lagi dirimu merebah, maka itu
menandakan sudah saatnya kita berpisah

Aku sungguh tak bisa mengatur harus kepada siapa
rindumu melebur, pun aku tak mampu memiliki
kendali atas perjalannya kita berpisah

Aku sungguh tak bisa mengatur harus kepada siapa
rindumu melebur, pun aku tak mampu memiliki
kendali atas berjalannya sebuah alur.

Memang dasarnya tidak ada yang abadi, sayang
bahkan kisah kita akhirnya menjelma bagai debu,
dan hanya meninggalkan nestapa yang menggebu."
Oleh: Nuraulisari

"Barangkali kamu mengira diamku adalah
ketidakpedulianku. Kamu salah. Diam
justru caraku belajar bagaimana
berdamai dengan diriku. Saat seseorang
yang kucintai tak bisa memahamiku."
Oleh: nndiansh

"Kalau sulit menerima perpisahan coba
pikir seperti ini: Tuhan cuma
memindahkan seseorang yang dirasa-Nya
sudah tidak perlu ada dalam hidup kita"
Oleh: Fiersa Besari

Itulah puisi sedih yang bisa kami bagikan untuk sahabat aksara, kalo sedih mbok ya jangan terlalu sedih lah jon, masih banyak ikan dilautan, eh maksudnya masih banyak cewe yang baik dan sesuai dengan apa yang sahabat aksara butuhkan, tenang masih ada diri-Nya.