Setelah sekian lama menjalani kehidupan percintaan bersama sang kekasih, dan pada akhirnya harus berpisah dan menjadi "mantan" terkadang sangat menyakitkan, apalagi menjalani hubungan dengan rentan waktu yang lama seperti tahunan dan berpisah begitu saja.

Kita harus menahan sakitnya penderitaan, jikalau kenangan bersama menghampiri setiap waktu, atau ketika kita melakukan sesuatu yang dulu sering dilakukan bersama.

Puisi Rindu Mantan Kekasih

Apalagi ketika setelah bertemu sang mantan kekasih, tetapi kita bertingkah asing satu sama lain, padahal kita sangat mengetahui setiap detail akan dirinya, itu sangat menyakitkan sekali. Dan seketika rindu itu datang terus menerus menerjang sukma, apalah daya.

Untuk itu berikut Puisi Rindu Mantan untuk sahabat aksara:


"Tiba-tiba aku ingin memulukmu,
mengelus rambutmu, mengelus punggungmu,
dan sesekali mengecup keningmu, Hujan.

Tanpa kamu dingin lebih gila."

Sebuah Keharusan

"Kamu adalah kisah yang kusudahi sebelum mencapai kata rangkum.
Pergi dan membawa ingin adalah sebuah keharusan yang sudah
kusadari sejak aku tahu bahwa perasaan ini hanya akan menyiksaku
tanpa henti. Biarkan semesta tahu bahwa pernah ada seseorang yang
secara tidak sadar telah jatuh hati kepada seseorang yang tidak
pernah telintas dibenaknya. Dan jatuhnya bukan berbuah manis,
melainkan berujung duka. Biarkan semesta tahu yang sebenarnya. Ya,
yang sebenarnya. Biarkan mereka mengetahuinya. Maaf, aku harus
pergi. Karna ini adalah keharusan."
Oleh: Dyannisyifa


"Sejauh apapun kau melangkah, rindu
adalah angin kecil yang selalu punya
cara menusuk ke matamu yang tentan
basah."
Oleh: Josuka



"Terkadang kita hanya cukup menjadi spasi,
untuk kalimat yang tanpamu,
membuat semuanya tak berarti."
Oleh: yulantara

"Yang terpenting dari menyikapi kenangan
adalah bukan menghapusnya,
melainkan kau tak perlu bersedih saat mengingatnya."
Oleh: Z.H

"Kenangan tak pernah benar-benar pergi,
hanya menunggu waktu yang tepat,
untuk menyiksamu sekali lagi."
Oleh: Sabdaliar

"Aku kembali membaca ulang puisi-puisiku
dan sesekali membayangkan mereka telah sampai di
bibirmu."

"Kau kecup satu demi satu
Meski ku tahu, bibirmu sedang membaca seluruh tubuh
puisi yang bukan aku.

Saat aku menulis ini.
Aku memelukmu pada sebuah ruangan di kepalaku.
Biarkan aku cemburu.
Sekali lagi.

Yang artinya: Kau kucintai, lagi."
Oleh: Imanurwachid

Derai Nestapa
"Langit-langit rindu  menjamu lamunanku
Otakku menggerayangi namamu
Mata yang terbangun dari sayupnya
Hanya kenang yang mampu disantapnya.

Realita dengan sadis menamparku
Mengusik segala ingatan
yang mampu mengingatmu
Membunuh setiap mimpi
yang kurancang bersamamu
Menggoreskan rindu
yang sebabkan sendu

Kebersamaan yang ku pikir
nyaris sempurna denganmu
berakhir menyisakan nelangsa
yang tiada henti menghujam sukmaku

Kau datang dan pergi seketika
hadir newarakan bahagia tanpa derita
lalu meninggalkan luka yang tak kunjung reda"
Oleh: Calumiaa X Kota Lama

"Yang paling terlambat dalam kembali
bukan lah saat hati yang dituju sudah ada mengisi.

Melainkan hati itu masih sendiri,
namun ia berjanji,
tak ingin lagi membuka hati
untuk seseorang yang pernah menyakiti."
Oleh: Ars

"Mencintaimu adalah anugerah yang terpedih
Mencintaimu adalah kesenangan yang membunuh
Mencintaimu adalah patrian yang tak bisa lepas
menetap. Menancap. Melukai"
Oleh: Suci Faiza

"Suatu ketika, kita
dipertemukan ditempat
yang sama. Hanya saja
perasaan kita yang
sudah berbeda."
Oleh: Zulia


"Kita kembali asing, di hati masing
masing."
Oleh: atrenal

"Kamu adalah:
semogaku,
andaiku,
mimpiku,
yang ternyata tak bisa
jadi nyata."
Oleh: Suci Faiza

Seperti Sebuah Senja
"Pertemuan itu seperti senja. Terlalu indah untuk
dinikmati hanya dalam hitungan detik. Terlalu
cepat untuk diseduh dalam paduan rasa yang sulit
untuk disuarakan. Tetapi, ada yang memilukan
dari sebuah senja. Dia tidak bisa dimiliki oleh
siapapun. Hanya bisa dilihat saja dari kejauhan.
Jadi menurutmu, apa mungkin pertemuan ini
sama seperti senja?"
Oleh: dyannisyifa

"Aku menyeduh gelisah
dari kantung kerinduan
perihal suara yang pergi dan pulang
tanpa kata"
Oleh: Burung Gereja

"Kau tak hanya merindukan seseorang.
tepatnya, kau rindu bagian dari dirimu
yang telah menjadi bagian dari
seseorang."
Oleh: KP

Begitulah bait-bait puisi rindu mantan kekasih yang ditujukan khusus untuk sahabat aksara, semoga mewakilkan semua keresahan, kerinduan yang tidak pernah terbalaskan kepada sang mantan, dan percayalah kata-kata akan menjelma doa yang akan menusuk sukma.