Patah hati sering kali datang menghampiri kepada setiap manusia yang berani untuk mencintai seseorang yang ia yakini akan mendampinginya sampai kelak di perjumpaan abadi.

Tetapi begitulah cinta, akan berat jika dipikul oleh seorang diri, dan akhirnya perpisahan merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh dari sekian lama menjalin kebersamaan bersama.

Puisi Patah Hati Pendek Yang Mengharukan Sekali
Sakit memang dan pasti itu, kerna dari patah hati menimbulkan sakit hati yang berujung semua kenangan dan penyesalan terus menghampiri seperti hujan yang deras menghantam bumi.

Untuk itu sahabat aksara yang patah hatinya, saya lampirkan jurus dengan beberapa bait puisi tentang patah hati, percayalah yang patah pasti akan tumbuh.

“Beberapa orang memang lebih suka
Mencari kembali setelah dengan
Sengaja meninggalkan”
Oleh: Boycandra

“Luka itu akan sembuh dengan
Sendirinya, dengan atau pun tanpa
Adanya kamu bahkan orang yang baru.

Membayangkan jatuh yang tak sakit, aku
Cukup tersenyum di depan cermin. Lalu
Membiarkan aku yang lain, berlari-lari
Kecil di ingatanmu yang kosong.”
Oleh: diperjelas

Ternyata Benar
“Ternyata benar, sampai jarak mengajarkan
Kita perihal rindu. Kau tetap tak bergeming
Di ujung sana. Bersikap seolah bisu dan buta.
Padahal sudah ku paparkan dan kuteriakkan
Segala asa yang membuncah didalam sepotong
Hati yang tak lagi utuh. Namun kau tetap tak
Acuh. Tetap tidak apa apa, aku akan selalu
Baik baik saja. Meskipun berteman dengan
Kebisuan, atau bahkan berteman dengan
Pengabaian. Kelak kau akan sadar, bahwa
Segala yang kukatakan bukan sebuah lelucon.
Dan apa yang kau lihat bukan sebuah ilusi.”
Oleh: Dyannisyfa

“Dia berjuang untuk kamu, apa-apa yang
Kamu perlu dia berikan, kadang dia ingin
Marah tapi ditahan, dan kamu masih
Enak-enakan dengan egomu.”
Oleh: ZH

“Aku pergi, bukan karena bosan, namun
Karena sadar, berada di keberadaan
Seseorang yang tak bisa menjadi
Pulangku, itu melelahkan.”
Oleh: KP

“Cinta tak pernah salah begitu pula
Ketulusan tak pernah sia-sia. Hanya ego
Manusia yang membuat cinta dan
Ketulusan terkesan tak berarti.”
Oleh: Jousaka

“Untukmu yang
Pernah ku indah.

Kini pijakku
Berpilin Lelah
Mendekap hati
Yang bedebah
Izinkan aku
Menenangkan resah
Kau tak perlu
Berselimut
Gelisah
Aku hanya
Istirahat
Melangkah
Bukan untuk
Menyerah”
Oleh: Alyaprrtwi

“Semesta sepertinya lebih paham
Bagaimana cara membuatmu bahagia,
Hingga segala upaya dan usaha
Terlihat tak ada apa-apany.”
Oleh: Khoirul Fikri

Persetan Dengan Cinta
“Persetan dengan cinta
Kau harus tahu, ia bisa pergi meninggalkanmu kapan saja.

Persetan dengan cinta
Kau harus tahu, semakin dalam yang kau rasa, semakin
Banyak luka yang kau pelihara.

Persetan dengan cinta
Memangnya, kau tahu apa tentang sesuatu yang akan terjadi di
Depan sana?”
Oleh: MC

“Tak perlu kaupanggil dengan suara
Memohon. Suatu saat aku juga pasti
Akan kembali, meskipun hanya berwujud
Ingatan yang kau sesali.”
Oleh: Penagenic

“Ia datang lalu pergi sesuka hatinya.
Tanpa ia sadari, bahwa tidak selalu
Butuh perjalanan untuk membuat
Seseorang terluka.”
Oleh: Fajarbo

“Aku tak tau !
Apakah rindumu malu,
Atau tak tangguh,
Bahkan mungkin palsu?”
Oleh: Cindywiranti

Luka
“teruntuk kamu yang pernah mengobati
luka di hati ini,
untuk apa kamu sembunyikan jika kamu
menggoreskannya lagi?”
Oleh: Oninedil
“Aku bilang aku tak apa.
Tapi mata tak berhenti berlinang.
Seolah isyarat bahwa batin sudah tak kuat;
Menahan luka dan cerita
Yang takkan pernah bisa kuungkap.”
Oleh: Delapanbelas

Perihal Pulang
“Kau terlalu sering berpindah-pindah
Hingga kau sendiri bingung: mana pergi,
Mana pulang.”
Oleh: Weslly Johannes

“Barang kali
Pertemuan kita
Hanya sebatas
Sapa, bukan
Pertemuan yang
Menumbuhkan
Rasa, melainkan
Menimulkan luka
Semata.”
Oleh: ChoirulUmam

“Datangmu seperti halnya kapal
Pesiar mewah. Sejenak berlabuh
Hanya sekedar untuk singgah. Pergi
Tanpa rasa bersalah. Taukah kamu
Disini ada hati yang patah?”
Oleh: Himaazizah

“Terjunlah ke asmara yang kau yakini
Muara. Lelahku telah hanyut di sungai
Air mata, mengalir di bebatuan penuh
Lumut nestapa.”
Oleh: wiranagara

Itulah puisi patah hati pendek yang menyayat-nyayat hati, semoga hati yang tersayat lekas diobati oleh orang yang pantas menemani dan ditemani, yang menerima segala apa adanya sahabat aksara yah.