Membaca puisi memang sangat sulit, apalagi ketika teman-teman membacakanya diatas panggung lomba, yang dilihat banyak penonton dan dipelototin juri yang sudah berpengalaman.

Dag dig dug seeeer itu sudah pasti ya teman-teman, apalagi yang pertamakali mengikuti lomba puisi, rasanya gimana gitu. Ya meskipun sudah latihan jauh-jauh hari ya teman-teman. Menurut saya, semuanya itu hal biasa dan itu adalah proses.

Teknik Membaca Puisi Agar Menarik Saat Lomba
Cara Membaca Puisi
Jadi kali ini saya ingin membagikan untuk teman-teman, bagaima sih cara berpuisi yang baik dan benar ketika lomba? Saya bahas secara detail, supaya teman-teman mendapatkan juara 1 lomba puisinya. Yuk simak dengan baik:

Cara Membaca Puisi Saat Lomba

Pertama, hal-hal yang harus disiapkan sebelum lomba.

Karena teman-teman ingin mengikuti lomba puisi, persiapan sebelum lomba itu penting teman, bisa dibilang 80% persiapan sebelum lomba dan 20% persiapan ketika hari lomba. Apa saja persiapan sebelum lomba? Ini dia

1. Melatih membaca
Baca berulang-ulang puisi, sampai menemukan rima yang pas versi teman-teman. Karena setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing.

2. Melatih artikulasi
Melatih artikulasi, dengan A – I – U – E – O pelafalannya sampai mulut mentok saat melafalkanya, jangan seperti penyebutan biasa.

3. Melatih kekuatan suara
Setelah belajar artikulasi dengan jelas, sampai mulutnya merenggang hebat haha.. silahkan latih kekuatan suara, vokal yang baik bukan menggunakan suara tenggorokan, tetapi suara perut. Coba teman-teman berlatih menggunakan suara perut dengan A – I – U – E – O.

4. Mengasah penjiwaan
Jika melatih artikulasi dan kekuatan suara adalah metode fisik pada belajar puisi, mengasah jiwa merupakan metode untuk mengasa “rasa” dari jiwa teman-teman. Cobalah resapi dan renungkan setiap bait pada puisi yang di pilih. Jika tema puisi yang teman pilih menceritakan seseorang atau sifat seseorang, cobalah menghayati lebih dalam lagi, sampai mendapatkan penjiwaanya.

5. Melatih gerak dan mimik wajah
Cara melatih gerak dan mimik itu seperti apa kak?
Begini teman-teman, pembacaan puisi itu ada rimanya, dan jelas terdapat jeda. Jadi penempaan gerak yang baik yaitu, menempatkan gerakan sesuai rima dan jeda puisi, terus latih gerak dan pembacaan puisi teman-teman.

Sampai nantinya terbiasa, dan menciptakan gerak dengan sendirinya, dan jika itu sudah berhasil. Maka mimik muka akan mengikuti dengan sendirinya.

Jika teman-teman, sudah sering berlatih seperti itu sebelum lomba, saya yakin nggak terlalu dag-dig-dug saat di panggung, dan pasti bisa memenangkan lomba puisi.

Setelah teman-teman banyak berlatih sebelum lomba, ini dia cara dan hal-hal yang harus teman-teman ketahui pas hari H lomba puisi.

Kedua, Cara dan hal-hal penting, untuk memenangkan lomba puisi.
Penjelasan ini tidak kalah penting teman-teman, karena banyakan hal-hal sepele, yang dapat sebenarnya membuat juri kagum dan memberikan nilai plus, tetapi kita sering melupakannya.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca dibawah ini:

1. Perhatikan penampilan
Inget teman, penampilan itu penting, jadi jangan membuat kesalahan, karena juri melihat dan menilai dari penampilan teman-teman, dari atas sampai bawah.

Awas loh, inget teman-teman sedang “mengikuti lomba puisi” jadi, harus berpenampilan yang baik, jangan berfikiran orang seni memakai celana sobek-sobek atau kaos saja, kalua teman-teman berpenampilan seperti itu, bisa dapet nilai minus.

Terus, kalau kalian menggunakan sepatu atau sendal, sebaiknya dipakai saja diatas panggung, jangan dilepas. Nggak ada tulisan batas suci disitu haha

2. Jangan lupa berdoa, tetap tenang dan memberi salam
Penting, teman-teman harus tetap tenang, ketika bejalan ke panggung, dan diatas panggung, tidak masalah diam sejenak untuk berdo’a, kemudian salam. Juri akan menilai kalau teman-teman sudah siap dan profesional.

Banyak penyair terkenal sebelum maju seperti itu loh.

3. Perhatikan posisi, panggung dan ruangan yang digunakan
Sesuaikan posisi teman-teman dengan pas, maksudnya posisi tidak terlalu kebalakan, kedepan ataupun kesamping kanan atau kiri. Posisi yang benar ya depan, sisakan seperempat panggung depan.

Penting, jika juri berada di samping, teman-teman jangan mengikuti posisi juri kesamping, itu kesalahan fatal. Ingat tujuan berpuisi itu untuk audience bukan untuk juri.

Kenapa saya bilang perhatikan ruangan dan panggungnya, jika panggungnya besar seperti aula atau gedung serbaguna biasanya sangat menggema, entah itu menggema 2 detik atau 3 detik, itu penting. Tujuannya untuk menyelaraskan jeda membaca dan kekuatan suara.

Alangkah baiknya, kalau tempatnya menggema. Jangan mengeluarkan suara terlalu keras.

4. Membawa teks puisi
Jangan pernah beranggapan, lomba baca puisi harus hafal atau tidak melihat teks. Inget teman kalian posisinya masih dalam perlombaan. Jadi baiknya, ketika lomba teman-teman membawa kertas dengan alasnya untuk kesan yang lebih rapih dan matang persiapan.

Lalu, ada juga teknik pembawaan baca puisi dengan membawa kertas, kertas yang teman bawa, jangan sampai menutupi wajah. Itu kesalahan yang sering dilakukan tanpa disadari diatas panggung, dan sangat fatal.

Juri akan memberikan nilai plus, jika teman-teman membawa puisi diletakan dibawah dada, dan pembawaanya 60% melihat teks dan 40% tidak melihat teks.

5. Gerak dan suara
Gerak yang baik dalam lomba puisi itu yang tidak terlalu lebay dan banyak tingkah. Awas juri itu menilai gerak sewajarnya, sesuai isi puisi yang dibawakan. Jadi jangan sampai alay bin lebay dalam berekspresi.

Perhatikan gerakan yang akan dilakukan, bagusnya teman-teman untuk setiap bait sudah menyiapkan gerakanya masing-masing. Untuk menghindari ketika bergerak, suara dan intonasi akan berubah. Bahkan gerakan yang lebay bisa membuat suara cempreng dan fals.

6. Jangan melupakan audience
Kebanyakan orang yang lomba membaca puisi, dia membacakannya cuma melihat juri! Bukan penonton, itu salah kaprah. Memang yang menilai juri, tetapi kalian lomba itu untuk audience atau penonton, jadi jangan sampe lupa yah teman.

7. Yakin dan percaya diri
Ini nih, mental juara itu harus yakin dan percaya pada diri sendiri, kalau teman-teman belum kuat mentalnya, tidak masalah nanti juga terbiasa.

Cara menampilkan mental juara yaitu, teman-teman harus nyaman sama puisi yang dibawakan. Contohnya dila suka sekali dengan puisi cinta, ya dila membawakan puisi cinta ketika lomba. Jangan sampai teman-teman sukanya puisi cinta, kemudian ketika lomba membawakan puisi alam misalnya.

Yang terjadi nanti berpengaruh pada pembawaannya dan nambah tidak percaya diri, jadi hait-hati ya teman-teman kalau memilih puisi untuk lomba.

8. Menambahkan pemain gitar
Kak, kalau saya mau menambahkan pemain gitar gimana?
Tidak masalah, malah itu baik buat mendapatkan nilai plus. Tetapi perlu di ingat, jangan sampai suara gitar lebih besar daripada suara yang membaca puisi.

Kalau perlu, tidak usah menggunakan mic untuk gitar, cukup biasa saja, namanya juga pengiring. Dan sebaiknya penempatan pemain gitar tidak jauh dari pembaca, jangan terlalu jauh posisinya, untuk posisi bagusnya pemain gitar berada di samping kanan belakang dan tidak tertutup oleh pemain.

9. Penempatan properti
Kak, emang properti itu penting?
Properti atau alat pendukung penting juga, layaknya musik pengiring. Kenapa penting? Karena properti menjadi senjata ampuh untuk menjelasakan suasana puisi yang dibawakan.

Bisa juga buat pengantar penonton untuk memahami isi puisi yang teman-teman bacakan. Tetapi awas, properti jangan terlalu mencolok. Jangan malah membuat panggung ribet dan kamu bukan jadi pusat perhatian.

10. Salam penutup dan beri hormat
Lakukan salam penutup untuk juri dan penonton, setelah itu bungkukan badan teman-teman untuk menyapa. Jangan sungkan buat melambaikan tangan kepada orang yang mensupport yah.

Itulah teknik memenangkan lomba membaca puisi, semoga dapat membantu teman-teman yang mengikuti perlombaan puisi.