Galau menjalani kehidupan yang tidak lagi bersama pasangan, entah baru ditinggal seminggu atau sebulan membuat hati tidak enak, biasanya yang galau terlebih dahulu adalah perempuan atau yang ditinggalkan oleh pasangan.

Biasanya yang meninggalkan tidak merasa sakit hati yang mendalam, apalagi jika perpisahan yang dilakukan karena ada orang ketiga, dan demi orang ketiga. Pasti yang ditinggal sangat sakit bukan, tapi ingat jangan mengambil keputusan yang tidak diinginkan seperti maaf bunuh diri.

Sekumpulan Puisi Galau Untuk Status Di Medsos

Ada cara lain yang ampuh untuk membuat hati yang galau menjadi "lebih ringan" yaitu dengan membuat postingan tentang puisi kegalauan hati di media sosial seperti facebook, twitter, dan lainnya. Karenanya, silahkan pilih puisi galau untuk status dimedsos yang mewakili hati kalian.

Bunga Bangkai

Engkau menggunjingnya.
Menutup kedua lubang hidung karena baunya yang tengik
Busuk. Bau. Hitam
Tapi Panjang usianya, ia setia.
Dia penanti.
Abadi, tak terganti.
Tak seperti mawar,
Esokpun layu, dilupakan.
Tergantikan.
Ia langka, tak terkira.
Tetapi engkau kerap mencari mawar
Di pasar,
Penuh warna. Penuh pesona
Dengan label harga
Dengan romantisme belaka
Kesetiaan tiada arti,
Karena mata adalah segalanya,
Sedang jiwamu mati.

Oleh: amirasyida

Malam ini mulutmu sepi sekali
Tak ada kata kita sejak tadi,
Mungkin kata kita sudah
Dipecah menjadi dua buah kata

Dan dua buah kata itu dipisah
Menjadi kamu dan ribuan kata
Perpisahan.
Desember, 2017
Oleh: Fradina

Ds

aku kehilangan puisiku,
tepat saat aku menyadari
semuanya tak punya arti dan harus diakhiri.

aku kehilangan puisiku,
barangkali ia mati,
sebab jiwanya sudah pergi lebih dulu.

ialah kamu, jiwa dari puisiku,
dan yang hidup dalam diksiku.

Oleh: asare abira

di antara kerumunan pecundang dan wanita jalang
aku menempatkan jiwaku—
di antara pahitnya masa lalu dan perasaan yang abu

kerap kali,
aku isi waktu luangku
dengan merindu

kemudian,
menyisipkan luka lama; di antaranya.

atas nama perasaan yang pernah berlabuh—
aku telah runtuh
mengingat betapa perihnya dibuat rapuh
oleh seseorang yang menganggapku;
tak pernah utuh

Oleh: Fakhra N

malam yang dingin itu menjadi saksi bisu akan patahnya hatiku di tempat ini. alunan irama lagu akustik bertempo lambat menemani sunyinya malam kala itu antara aku dan kamu.

“mungkin apa yang selalu orang-orang bilang itu ada benarnya juga, ya?” katamu setelah melalui setengah jam tanpa berkutik apapun.

“maksud kamu?”

“orang-orang selalu bilang kalau perempuan sama laki-laki bersahabat tuh pasti salah satunya ada yang nyimpen perasaan dan harapan lebih!”

“terus apa hubungannya sama kita?”

“ish, masa nggak peka sih. kamu ini kan perempuan, biasanya suka lebih peka!” kau mendengus kesal lalu melanjutkan kalimatmu.

“kita ini udah bersahabat selama kurang lebih 5 tahun...”

“terus?” ucapku memotong perkataannya.

“ya aku penasaran aja, sih. diantara kita, siapa yang menyimpan perasaan itu?”

aku diam tak berkutik dan tak menggubris pertanyaannya itu. karena jika aku menjawab, sudah jelas jawabannya adalah; aku.

sudah jelas aku yang mencintaimu,
sudah jelas aku yang menaruh harap padamu,
sudah jelas aku yang menaruh mimpi perihal kamu.

“ya perasaanku adalah urusanku dan perasaanmu adalah urusanmu. nggak usah dibahas, deh.” ucapku ketus.

kau meraih tanganku lalu menatap kedua bola mataku lekat lekat. kedua sudut bibirmu melengkung sempurna padaku.

“kalau hati aku nyimpen perasaan buat kamu, gimana? apa itu jadi urusanmu juga?” kau menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatmu. kala itu mataku langsung melotot tajam padamu.

“aku juga tau bahwa kamu suka sama aku, kan? aku nggak masalah sama sekali. lagipula aku juga suka sama kamu. tapi..” kalimatmu terpotong begitu saja bersamaan dengan tangan kananmu mengelus rambutku dengan halus.

“ta-tapi ap-apa?” ucapku terbata—berusaha terlihat tetap tenang namun nyatanya nihil.

“tapi aku sadar. dari awal, aku membuat komitmen yang jelas; kamu akan selalu jadi sahabat terbaikku. aku juga menyukaimu sebagai seorang sahabat. bagaimanapun keadaannya, cuma kamu yang mengerti aku. kalau kita terikat suatu hubungan, aku takut suatu saat kamu pergi dan kita jadi seseorang yang asing untuk satu sama lain. aku mau kita selamanya tetap begini—bersahabat, apapun kondisinya. aku janji, kita akan selalu jadi sahabat dekat seperti ini. kamu nggak akan pernah kehilangan aku dan aku nggak akan pernah kehilangan kamu. kamu mengerti aku, kan?” katamu.

“iya, aku mengerti kok.” ucapku seraya tersenyum diatas rapuhnya hatiku saat itu.

—dan jika aku membuka mata sekarang,
kenyataan semakin menyiksaku dengan kehadiran gadis lain yang kini merengkuh dalam pelukanmu sehingga kau melupakanku seutuhnya.

pada akhirnya kau akan meninggalkanku, kan?

Oleh: 1309G

Kita tengah membunuh rindu
Kau dengan menenggak sedikit kesenangan yang semu
Dan aku dengan merampingkan jam tidur yang terus terulur

Demi sebuah ketakutan akan megahnya masa depan
Kita rela gadaikan rasa dan percaya pada sebuah perpisahan
Tak ada lagi yang ingin usaha,
Bahkan hati masing-masing berkata

“Biarkan tuhan dan semesta bicara akhirnya”
Kita, cucu adam yang naif

Oleh: sukmadur, 2017

Itulah sekumpul puisi galau yang mudah-mudahan dapat mewakili perasaan kepada pasangan anda, dan syukur jika mantan pasangan yang melihat mengajak balikan yakan.