Sampai saat ini rindu menurut mimin masih misteri, kenapa rasa seperti ada dan tidak jarang menyakitkan kalau terlalu banget rindu sama si doi, mungkin cara merindukan seseorang berbeda-beda, ada yang kelihatanya cuek, ada yang keluar keringat dingin, ada juga yang diem aja, lemes gitu.

Ya namanya juga perasaan yang aneh, jadi mungkin juga efeknya aneh ya teman-teman, kalo mimin biasanya kalau rindu selain telponan, atau video call, paling larinya bikin puisi rindu. Entah kenapa
rasanya tuh kaya tersampaikan rindu mimin kalau menulis puisi.

Sekumpul Puisi Rindu Sang Kekasih

Di sini mimin membagikan puisi rindu, semoga bisa mewakili kerinduan teman-teman dengan pasangannya masing-masing yah. Ingat jadi perindu yang baik, karena perindu yang baik akan sampai kepada yang dirindukan, anjay.

Sekumpul Puisi Rindu Kamu

Jelmaan rindu
Aku adalah jelmaan rindu
Di malam mengusik tidurmu
Tak mengapa aku jadi hantu
Disetiap hari menunggu

Aku adalah cinta
Cahaya ketika kau buka mata
Hembusan udara yang kau rasa
Dan embun di pagi buta

Bagaimana kau jelaskan rindu?
Sedangkan akulah sang rindu
Selalu menginginkanmu dikala sendu
Sebuah nyanyian pilu yang merdu

Apa yang kau maksudkan cinta?
Apakah asa dikala nafasmu tergesa
Apakah warna dalam goresan tinta
Atau angan ketika kau putus asa

Rindu itu biadab
Memutus senyum tanpa sebab
Membuat mataku sembab

Cinta itu indah
Tenangkan rindu yang gundah
Membuat bibirmu senyum merekah

Akulah rindu kaulah cinta
Dari bulan yang rindukan bintangnya
Oleh: puisikanrindu

Sendu rindu
Hatiku sendu karena rindu,
Tetapi bukan perihal rinduku yang terlalu menggebu-
Karena tak berujung pada titik temu.

Lebih sakit daripada itu,

Merindukanmu,
Tanpa kamu tahu
Oleh: oji

QWERT

“QWERTYUIOP
ASDFGHJKL
ZXCVBNM

Huruf-huruf ini berkumpul,
Ku pandang sebentar lalu pejamkan mata.
Parasmu muncul, menyebar hati sampai mati.


“AKU R-”

Lalu berhenti,
Ku pandang sebentar lalu ku hapus.
Kurasakan hangat genggaman tanganmu,
Nyatanya hanya huruf yang ku sentuh.

Q W E R T Y U I O P
A S D F G H J K L
Z X C V B N M

Huruf-huruf ini berkumpul,
Namun agak berbeda,
Mereka basah, begitu juga pipiku.
Kurasakan elus tanganmu di rambutku,
Nyatanya hanya angina yang menyentuh.

“AKU RIN-”

Lalu aku berhenti,
Aku bagai bayi yang baru saja terlahir di dunia.
Menangis, huruf terasa asing di mata.
Apa yang harus aku rangkai untuk mewakili rindu tak bertuan?

“AKU RINDU”

Ku pandang sebentar,
Hanya itu yang bias diwakili oleh kata-kata.
Hanya 8 huruf yang aku keluarkan.
Namun air mata ini terus mengalir,
Kesedihan ini tiada ujung,
Rindu ini tiada ampun.

Q W E R T Y U I O P
A S D F G H J K L
Z X C V B N M

Huruf-huruf ini berkumpul,
Air mata menutupi warna hitam putih,
Tangisku memecahkan sepi.
Kurasakan peluk badanmu disini,
Nyatanya hanya kenangan yang menemani.”
Oleh: anhm

Gemuruh
“Detak rindu bergemuruh dalam dada
Entah ini sudah yang keberapa kali sejak pergimu
Bodoh, aku masih berharap kamu ada
Meski raga sudah belajar rela dengan tiadamu

Otak sadar penuh bahwa luka menganga lebar
Ia akan semakin merambah ke mana-mana
Karena rindu yang takt ahu diri sudah tersebar
Merasuk dalam tulang rusuk-aku semakin merana

Rupanya hati tak pernah menurut
Menentang melulu sinyal pikirku sendiri
Dan sepertinya rindu juga tak mau surut
Dating dan menetap seenaknya sendiri

Aku muak
Jujur dan dengan mudah kukatakan
Aku muak
Tapi siapa yang bias mengatur rindu yang dirasakan?

Ternyata memang begitulah rindu adanya
Sejak hari pertama kamu ada; hingga detik pertama
Kamu tiada
Aku tahu rindu ini tak pernah seadanya
Ia selalu mengada-ngada dalam ruang dada”
Oleh: relung

Ia hujan
“Apa yang lebih manis dari hujan?
Dia deras
Mengalir abadi ke lautan
Apa yang lebih pedih dari hujan?
Dia reda dan menyadarkan
Kau hanya berwujud kenangan”
Oleh: baihaq

Kau sibuk, yang bukan aku
“Perihal rindu
Yang tak berujung temu
:
Biarlah jadi urusanku
Sebab hanya aku
Yang rindu
:
Kau sibuk melulu
Dengan duniamu
Yang bukan aku”
Oleh: prasangka

Rinduku buta
“Rinduku buta.
Tak melihat raga,
Yang selalu sesak karenanya.

Rinduku tuli.
Tak mendengar hati,
Yang selalu memnita tuk berhenti.

Rinduku bisu.
Tak mampu berucap,
Namun selalu memberi isyarat tuk dimengerti.

Rinduku manja.
Terus meminta waktu,
Tuk menghapus jarak yang tak tentu.

Rinduku tak tahu diri.
Sudah diusir berkali kali,
Tetap saja ia kembali.

Dengan rindu yang tak kenal masa,
Aku bisa apa?
Tangis pun tak kan mampu menawarnya.

Lalu, jika diri menolak,
Hati berteriak,
Dan raga pun bergejolak,

Beri aku waktu.
Sejenak, akan kunikmati rindu ini,
Bersama hujan di sore hari”.
Oleh: nelayansenja

Ya memang mimin akui, puisi-puisi rindu diatas emang kena banget kan ya. Bisa mewakili perasaan rindu mimin juga. Ya buat yang rindu sama kekasihnya silahkan bisa share sambil tag doi-nya masing-masing.

Kalau rindunya buat mantan, ya saran mimin jangan di tag, apalagi kalau mantanya udah punya gandengan, ya cukup tau saja lah teman-teman.
Semoga puisi diatas dapat mewakili perasaan teman-teman dan menjadi inspirasi bersama. Rindu itu asik.