Galau menjadi makanan setiap hari bila itu datanya dari sang kekasih hati yang dicintai, entah karena ditinggalkan kekasih, disakiti, ataupun sudah tidak dianggap lagi.

Apalagi datanya karena diselingkuhi atau orang yang kita percayai selingkuh, sakit tidak sih seperti itu. Ya mungkin tuhan memberikan jalan seperti itu karena diujung jalan perjalanan cinta anda sudah menanti orang yang pas, yang menjemput anda dengan segala kekurangan dan kelebihan anda.

Jadi tidak usah galau berlebihan, jika rasa galau itu terus-terusan hadir, biasanya nih untuk menenangkanya banyak cara, bisa jalan-jalan ke tempat yang terbuka bersama sahabat, bermain games, ataupun nonton film.

Sajak-sajak Kegalaua Karena Cinta Sejati Pergi

Tetapi jika anda orang yang biasanya berdiam diri dikamar, dan menangis terus-terusan. Bro/sis hidup tidak sesempit itu, jika tersa sakit bikin status yang mewakili perasaan anda, entah dengan kata-kata ataupun dengan puisi.

Saya pilihkan puisi-puisi yang pas untuk galau karena orang yang anda cintai pergi:

Kita adalah dua anak manusia
Yang gagal mendapatkan apa
Yang kita inginkan

Mengenai aku yang gagal untuk
Menjadikanmu cinta terakhirku.

Dan mengenai kamu yang gagal untuk
Menjadikanku teman terbaikmu.
Oleh: ars



Maaf aku melacuri pikiranku dengan orang lain, sayang

Tapi jangan khawatir

Hatiku terpahat namamu

Hingga siang tak lagi berganti malam

Hingga bintang tak menemani tidurmu

Hingga aku tak lagi melacuri pikiranku

Tapi, namaku tanpa sengaja tertanam di hati orang lain

Dan nama orang lain membatu membelenggu di hatimu
Oleh: Fazrullah

Perihal kehadiran
akan ada datang dan pergi kemudian
maka begitulah kita dalam percintaan
sebagaimana telah banyak gambaran.

Kamu pernah menjadi bunga-bunga
yang bermekaran secara manasuka
mencintai aku sekenanya
kubalas dengan tak terhingga.

Kini entah kenapa semua berubah.
Aku makin kehilangan desah
hingga menghadirkan padamu resah
bahkan tiap-tiap kesah
hanya sanggup hadirkan pipi yang basah.

Sesuatu yang tak terhingga
pada akhirnya habis juga
bukan bilangan sebabnya
tapi rasa yang perlahan tiada

Kamu memudar
sebab aku yang hadirkan gusar
ketika di ujung tebing batu berjajar
kurobohkan mercusuar.
Kau kehilangan pendar
aku kehilangan tempat bersandar.
Oleh: Aksa

Seusai perpisahan;

disaat kau sibuk kesana-
Kemari memilih cincin.
Sedang aku masih sibuk-
Menatap cermin.
 Oleh: Haddi Hidayat

Aku ingin membunuhmu
dengan segala kepedihan
yang menjadi mata pisauku.

Akan kukukiti harapmu
dengan sebatas ucap
mencuap menguap lalu lenyap.

Kupenggal kepala dengan wajah tampanmu
dari jaring-jaring ingatan yang terbang bersama angin malam.

Kuteguk seluruh darah
yang membuatku hilang arah.

Parah, aku membencimu semakin gerah.
14 November 2017
Oleh: Santhastt

Dan mengapa
Harus saya
Yang repot-repot
Menjadi tali,
Sedang-
Guntinglah
Yang sibuk kau cari?
Oleh: mahlukbergincu


Aku pulang kepadamu, walau aku hanya dianggap tamu

Aku rasa kau itu rumah, biarpun takkan pernah ramah

Aku harap sapa hangat, walau bayangan masa lalu selalu menyengat

Aku ingin kita saling mengakui, tiap-tiap dari kita memiliki elegi

Akupun ingin kita berjanji, kita berdua akan bersua ditiap purnama

Tapi ingin hanya angan

Serta harap disertai pasrah

Dan aku akan tetap dianggap tamu

Oleh: Fazrullah


Kita kekasih tapi tak saling kasih
Kita pecinta tapi tak saling cinta
Kita penyayang tapi tak saling sayang
Kita sepasang tapi tak berpasang.

Kita sepasang manusia lihai bersandiwara,
menipu dunia maya.
Pandai bersilat lidah,
dan juga memanipulasi derita.

Kita layaknya pemadu rasa
Paduan yang dibalut dusta
Sebab perihal cinta
Kita tak saling sama.

Kita sepasang manusia lihai bersandiwara.
Tapi sandiwara itu tak bertahan lama,
sebab perihal dusta perlahan menjelma nyata.

Jika kau
Ingin tahu
Sini kuberitahu
Agar kau tahu
Bahwa dusta itu
Perlahan-lahan redup.
Oleh: U45L