Merindukan seseorang kadang sering kali menimbulkan kegalauan dan kadang menyakitkan, apalagi ditinggal jauh atau Long Distance Relationship (LDR).

Mengingat senyumnya, mengingat ketawa, candaan dan keinginan untuk bersama sangat mendorong sekali rindu sangat menyesakkan dada, apalagi sudah beberapa tahun tidak berjumpa. Untuk itu rindu harus diutarakan.

Puisi Rindu untuk Sang Kekasih yang Jauh Disana

Agar yang pemilik rindu betapa sangat kita merindukan dirinya, dan baiknya dengan kata-kata atau puisi yang mewakili kerinduan kita, berikut ini merupakan puisi rindu:

Senyum Dalam pelukan

Wahai kekasihku yang manis
Dengarlah jarak yang berdendang di beranda kisah
Aku menemukanmu berdiri penuh bahasa dalam kelana
Kita saling mendekap terbuai hayal romansa
Dengan syahdu perlahan kita mulai jatuh

Bisa jadi itu adalah harapan
Di kala rindu dalam balutan hangatnya do'a
Sebenarnya aku selalu ada di sisimu
Pada pelukan binar matamu bersinar anggun
Menatap mesra dengan cumbu kasih sayang

Kau mungkin tahu bahwa dahulu
Ketika takdir mulai meramu pertemuan kita
Ingatan kita pun telah sama,
Mengalir tanpa ragu dan mekar di antara peristiwa-peristiwa
Yang belum pernah kita temui dalam perjalanan waktu

Kita memang adalah kenyataan
Di saat mimpi mulai menyandarkan jiwa di dinding sunyi
Kau menyuguhkan kata-kata di ujung senyum manismu
Hingga aku tahu bahwa pada akhirnya menjelma sebuah puisi
Puisi yang mengalir penuh cinta dan membasahi hatimu

Kekasihku,
Aku ingin mengucap aksara bisu ini
Agar kau tahu,
Bahwa diam-diam aku membutuhkan kehadiranmu

Senyum Manis Selembut sutra

Oleh: Iwan Mazkrib
Gowa, 8 Maret 2018

Sampai saat ini si rindu
Makin tak tertahankan
Mungkin karena jemari-jemari
Kecil itu masih menggelitik kenangan

Jangan paksa aku merusaknya
Mungkin sederhana, tapi aku
Menikmatinya
Oleh: F

Sebuah Makna

Bila cinta hanya membuat risuh, bagaimana dengan rindu yang senantiasa bergemuruh? Datang di saat sendu, pergi seenaknya tanpa acuh.

Lalu, apa kabarnya kasih? Bukankah belum lama ia muncul dengan tertatih setelah raga sudah mulai terlatih akan kehadirannya yang membuat perih. Karena ia hanya membuat jiwa merintih, dengan segala kebiadabannya yang pedih.

Ohh ya, hampir saja terlupa dengan rasa. Apakah kehadirannya seperti cinta pula? Apakah kedatangannya terbata-bata? Bagaimana jika ia hanya hal sederhana, yang sangat mungkin dimiliki semua hamba.

Karena yang kutahu, kasih ; rindu ; dan cinta, berawal dari penuturan rasa. Hanya mereka dengan sejuta rasa yang mencintai sebuah raga. Hanya mereka dengan ribuan rasa yang mampu membangun sebuah asmara.

Lalu, apa sebenarnya rindu? Bukankah ia pembuat hati terbelenggu? Karena datangnya terasa hingga kalbu dan lantas pergi dengan lantang tanpa keliru.

Jadi, apa sebenarnya rindu? Bukankah ia hadir saat kita mencinta? Mencinta pada sebuah kata asmara. Lalu, saat ia mulai sirna, maka konstan raga ini kan derita. Maka pasti, jiwa kian terluka.


Karena memang, rindu itu datang bersama. Dengan sejuta kisah duka, lagi lara

Oleh: Ditho


AKU MENJUAL RINDU

Aku mencoba datang padamu, menawarkan rindu yang kujual 'satu, dua ribu'.

"Murah sekali?" decihmu sambil membuang puntung tembakau di sela jemarimu.

Aku mengangguk. "Bahkan orang-orang biasa membelinya dengan gratis."

Kamu membelalak ragu, sebelum terkaget. "Waw!"

"Lantas kenapa kamu menjualnya? Siapa yang ingin beli kalau mereka saja bisa mendapatkannya sendiri?"

Aku menelan ludah kaku. Susah sekali ya? Bernegosiasi denganmu?

"Kamu barangkali?" Aku justru balik bertanya. Sialnya, kamu tertawa.

Jangan begitu, nanti aku bingung harus ngomong apa.

"Kamu benar. Sini aku beli. Kalau aku beli rindumu. Aku bebas merindukanmu, 'kan?"

Oleh: acciodia

Beritahu saya cara
Mengatasi kebisingan
Saya Lelah tiap kali Namanya
Melulu terngiang.

Oleh: Makhlukbergincu

Hujan berhenti berdansa ria.
Tanah basah di hutan belantara.
Berselimutkan ranting dan daun tua.
Suara merdu dahan yang bergesekan, kala angin sejuk menyapa.
Terdengar kicau merpati yang rindu akan pasangannya.

Ah, aku ingat seorang wanita.
Dia sangat indah.
Dengan pipi merona merah.
Membeberkan senyum yang membuatku melayang pasrah.
Aku rindu,
Tawa renyahmu.
Pelukan eratmu saat kau benar-benar takut dan ragu.
Wajah kesal dengan bibir setengah menggerutu.
Rengekan manja kala kau ingin sesuatu.
Gigitan kecil gemas dibahuku tanda engkau tersipu malu.

Sementara itu,
Matahari mulai muncul menembus sela-sela dahan basah.
Merpati riang.
Pasangannya pulang.
Rindu gelisah terbayar sudah.

Dan aku,
Masih menunggu.
Disini, dengan sejuta rindu akan bayangmu.

Sonatta, 31 Januari 2018.

Hendakalah kau
Memberiku racun
Secawan,

Agar aku bisa melahap
Semua rindu yang
Tertahan.

Oleh: Gedungbersajak

Itulah puisi kerinduan untuk sang kekasih yang jauh disana, semoga bisa mewakili kerinduan yang anda rasain, dan semoga lekas dipertemukan.