Kumpulan Sajak Romantis menyentuh karya Sapardi Djoko Damono – Cinta memang sangat istimewa, bisa membuat semua orang mendadak jadi pujangga dibuatnya, benerkan teman-teman. Teman-teman yang gemar menulis puisi, pasti sedang asyik-asyiknya menulis puisi romantis buat doi, hayo ngaku...

Ya mimin juga begitu, kalau jatuh cinta pengenya bikin puisi yang romantis abis, biar doi makin lengket nggak tengok kanan kiri lagi. Apalagi kalau bacain puisinya di tempat romantis, sambil menatap mata doi. Dijamin doi bakalan ngelakuin apapun buat kita.

Kumpulan Sajak Romantis menyentuh karya Sapardi Djoko Damono

Coba deh bacain kumpulan puisi romantis karya sapardi djoko damono ini ke doi, dengan momen yang romantis dan sambil menatap dalam matanya. Dijamin klepek-klepek, sambil malu-malu gitu doi, biasa miminkan pengalaman.

Kumpulan puisi romantis menyentuh
“Puisi Yang Fana Adalah Waktu”
Oleh: Sapardi Djoko Darmono

Yang fana adalah waktu
Kita abadi
Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari lupa untuk apa
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan” tanyamu.
Kita abadi.

“Puisi Aku Ingin”
Oleh: Sapardi Djoko Darmono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

“Puisi Kuhentikan Hujan”
Oleh: Sapardi Djoko Darmono

Ku hentikan hujan
Kini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan
Ada yang berdenyut dalam diriku
Menembus tanah basah
Dendam yang dihamilkan hujan
Dan cahaya matahari
Tak bisa kutolak  matahari memaksaku menciptakan bunga-bunga

“Puisi Pada Suatu Hari Nanti”
Oleh: Sapardi Djoko Darmono

Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam baitbait sajak ini
Kau tak akan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi diantara larik sajak ini
Kau akan tetap ku siasati

Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun disela-sela huruf sajak ini
Kau tak akan letihletihnya kucari

“Puisi Sajak Kecil Tentang Cinta”
Oleh: Sapardi Djoko Darmono

Mencintai angin harus menjadi siut
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu (mu) harus menjadi aku

Romantis bukan teman-teman, jangan dengan kata-kata yang umum, meskipun doi nggak terlalu banget faham puisi, pasti langsung jatuh hati. Jangan lupa dandan yang ganteng dan cantik biar leih jleb pas membacakan puisi romantis Sapardi Djoko Damono ini.

Ekspresikan dan curahkan semua perasaan untuk doi, biar langsung dari mana turun ke hati. Dari suara, menuju telinga, dan berhenti di rasa. Asiknya orang jatuh cinta, asiknya romantis-romantisan ya teman-teman.