Kumpulan puisi tergalau akibat patah hati -  patah hati memang menyebalkan, benarkan teman-teman. Karena terlalu mencintai, datanglah patah hati. Menghilangkan patah hati memang tak mudah, ada yang baru sembuh setelah bertahun-tahun, karena terlalu sakitnya hati.

Banyak orang yang melampiaskan patah hati dengan menangis, merenung seperti tak semangat hidup, ada juga yang semangat patah hati sampai telihat seperti zombi.

Kumpulan puisi tergalau akibat patah hati

Kaya mimin, kalau patah hati lebih mengekspresikanya melalui tulisan, puisi patah hati menjadi pilihan yang pas buat menghilangkan kegalauan. Mungkin teman-teman disini juga ada yang sama.

Kumpulan puisi tergalau karena patah hati

“Adakah yang lebih membuat perih di hati.
Ketika melihatnya berjalan tanpa pernah menoleh lagi.
Adakah yang lebih menyakitkan.
Ketika dua orang yang pernah saling mempertahankan
menjadi saling melepaskan; perlahan.

Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai sepenuh hati.
Memilih hati yang lain untuk dia singgahi.
----

“Kamu memberiku pilihan;
Berhenti atau membuat jeda sejenak.
Aku tak pernah mempunyai jawaban.
Dan aku memilih menepi, menjauh lalu membuat jarak.

Aku menganggapmu akhir dari pencarian.
Sementara aku buatmu hanyalah
Sekadar pelarian.

Dan aku masih di sini
Sendiri.
Mengusap air mataku
Yang jatuh satu-satu.
Ternyata
Aku sekacau ini kehilangan kamu.”
----

“Cincin janji.
Yang terlepas
dari sepasang jemari.

Hangus, menumbuhkan bekas.
Menitipkan masing-masing luka
Yang begitu pantas“

“Aku dihadiahi kekecewaan
Karena mencintai terlalu dalam.
Rasanya nikmat,
Tergores,
Patah,
Dan
Berdarah”.
----

“Aku kira lupa ternyata kamu memang masih nyata
Aku kira dia sempurna ternyata kamu segalanya
Aku kira kamu masih menyimpan rasa tapi ternyata kamu sudah lupa

Sebenarnya hanya aku yang tak ingin lupa
Sebenarnya hanya aku yang masih menyimpan rasa dan kamu tidak

Malas rasanya ketika malam kamu selalu ada
Lelah rasanya ketika malam berteman air mata

Mengapa hanya aku saja yang tersiksa dengan berakhirnya perasaan cinta dan kamu tidak.
Mengapa hanya aku yang terlena ketika potretmu kembali ku buka dan kamu tidak.

Kamu selalu tidak untuk hal yang membuatmu percaya aku selalu ada
Kamu selalu tidak untuk ku yang masih menyimpan rasa

Pisau memang tajam namun penolakanmu lah yang paling menghujam”
----

“Apa pernah kau tanyakan?
sedalam apa aku mencintaimu
Apa pernah kau pedulikan?
Upayaku agar kau melihatku

Kau tetap saja berjalan
Seolah tak ada bunga yang layu
Kau enggan tuk menyiram
Hingga aku dan tanah kian menyatu

Aku pernah mencoba agar kau tahu
Atas cinta sepihak yang ku alami
Tapi sikapmu hanya membuat sendu
Menghindar acuh menolak tuh mengerti

Cinta yang lain datang menghampiri
Seperti semeseta ingin melindungi
Atas nestapa yang kian menikam diri
Tapi tetap saja, hanya kau yang ku nanti

Ternyata, rindu terberat bukan saat aku tak bisa menatapmu,
Rindu terberat bagiku, adalah saat kita saling menatap,
Tetapi hati kita tak pernah bertemu”.
---

“Maaf
Atas aku yang masih saja begini;
Terus-terusan berpuisi tentangmu,
Terus bicara melalui sajak kehilangan
Yang tak pernah berakhir.
Bagiku,
Tidak benar-benar ada rasa jika semudah itu melupakan.
Sebenarnya sama sepertimu,
Aku pun ingin berhenti.
Terlebih,
Mengingat kita telah lama mati,
Telah menjadi asing
Kembali pada masing-masing

Tapi
Tapi
Tapi
Kamu tahu pasti, kan?
Bahwa berhenti bukanlah hal yang mudah?”
---

“kau tidak akan pernah tahu sekeras apa usahaku menahan rindu.
Setelah kepergianmu,
Aku harus berjuang setengah mati mengobati luka di hati.
Luka yang kutahu tidak akan pernah disembuhkan oleh
Waktu ataupun cinta yang baru.

Aku berusaha sangat keras untuk tidak menangis
Saat memandang fotomu atau kembali ke tempat dimana pernah ada kita disana.
Kau tidak pernah tahu sesesak apa dadaku menahan rindu
Dan duka yang menjadi satu.
Kau hanya pergi begitu saja.
Kepergian tiba-tiba yang membuatku murka,
Sekaligus berduka di saat yang sama.

Sudah lewat tida purnama dan aku masih belum bisa menerima fakta
Bahwa kini kita tak lagi bersama.
Aku memang tak tahu malu menginginkan kau untuk kembali bersamaku.
Meminta sang maha kuasa menyatukan kembali
Cintamu dan cintaku.

Tapi tak ada yang bisa kuperbuat.
Doa satu-satunya yang kini bisa memelukmu erat.
Sebelum kau pergi, kau bilang aku akan sangat mudah melupakanmu
Jika hatiku menemukan tuannya yang baru.
Tapi bagaimana bisa aku menemukan cinta yang baru
Jika hatiku masih teramat mencintaimu.

Kutahu kau tak peduli seruntuh apa aku saat ini.
Kau tak pernah tahu bahwa pergimu hanyalah sebatas mataku, bukan hatiku.
Aku membenci pergimu.
Terlebih pada nisan dan kenangan, dua hal yang kini kau tinggalkan.”

Itulah kumpulan puisi galau karena patah hati, saran mimin buat teman-teman yang patah hati, terus bersabar dan cari kegiatan. Alangkah baiknya jangan terlalu galau, dan mengekspresikan patah hati melalui karya seperti puisi.

Dan yang lainnya, tidak baik jika teru-terusan galau untuk orang yang jelas-jelas tidak ditakdirkan untuk kita.

“patah hati merupakan jalan yang tuhan berikan untuk menemukan orang terbaik” itu kata-kata mimin sendiri loh. Semangat jangan galau terus.