Sapardi Djoko Damono merupakan seorang pujangga yang tekemuka, lahir di Surakarta pada tanggal 20 Maret 1940. Sang SDD (panggilan singkat sapardi) memiliki gelar Profesor dan Doktor yang tidak banyak orang tahu.

Ada hal yang menari pada karya-karyanya yang tentang hujan seperti hujan dibulan November yang sukses sampai dibuatkan Novel dan film layar lebar, ada juga Sajak Sihir Hujan yang ia tulis ketika sedang sakit yang memperoleh “Anugerah Poetra Malaysia”.

Menurutnya dari anugerah tersebut Sapardi memperoleh uang sebesar Rp 6.3 dan uangnya langsung ia belanjakan untuk membeli buku-buku, tidak hanya sampai disitu saja penghargaan yang ia dapat, sapardi juga memperoleh penghargaan SEA Write pada tahun 1986 di Bangkok, Thailand.

Memang banyak penghargaan yang ia terima dari luar negeri, karna karya-karyanya menginspirasi siapa saja, sapardi tidak hanya membuat puisi, ia juga menulis esai, kritik sastra, artikel dan juga menerjemahkan berbagai karya asing. Seperti Puisi Brisilia Modern, Puisi Cina Klasik dan Puisi Parsi Klasik yang di tulis dalam Bahasa Inggris yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam perkembangan Sastra di tanah air.

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono Tentang Hujan

Memang orang millennial lebih mengenal karya sapardi dari puisi Aku Ingin yang dikenal memiliki makna yang sangat dalam
Aku Ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu pada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Selebihnya mungkin tidak ada yang tahu karya-karyanya, sampai puisi hujan dibulan juni sekalipun menurut sapardi orang-orang tidak akan tahu puisi itu kalau tidak dari novel, menurutnya pada acara di Taman Ismail Marzuki bersama Joko Pinurbo dan Najwa Shihab sebagai host.

Hal yang miris sekarang ini, ketika hal apapun termasuk karya sastra jika tidak berbicara tentang cinta, kerinduan dan hal lain yang bersangkutan denganya, tidak akan ada yang minat. Apalagi mendalami dari makna.

Berikut, kumpulan puisi hujan karya Sapardi Djoko Damono:

Hujan Bulan Juni 

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Oleh: Sapardi Djoko Damono


Sihir Hujan

Hujan Mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
-- swaranya bisa dibeda-bedakan;
Kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.

Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan
Selokan
--  Menyihirmu agar sama sekali tak sempat mengaduh waktu menangkap wahyu
Yang harus kau rahasiakan

Oleh: Sapardi Djoko Damono


Tajam Hujanmu

Tajam hujanmu
Ini sudah terlajur mencintaimu:
Payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
Air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
Aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
Arloji yang buram berair kacanya,
Dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
Deras dinginmu
Sembilu hujanmu

Oleh: Sapardi Djoko Damono

Itulah puisi-puisi karya saprdi Djoko Damono yang bertemakan tentang hujan, menurut kalian mana yang menjadi istimewa dari beberapa puisi tentang hujan dari bung sapardi?

Semoga kita mendapatkan inspirasi dari kumpulan pusi hujan SDD dan melahirkan generasi yang membuat sastra Tanah Air menjadi bersinar kembali, dan keluar dari zaman yang menganggap kata-kata hanya sebagai rayuan belaka untuk mendapatkan hati wanita, atau apapun itu jenisnya.