Isi Catatan Najwa Tentang Cinta, Habibie “Separuh Jiwaku Pergi” – Seringnya pada catatan mata najwa berisikan tentang Politik, Kekuasaan, dan Keindonesiaan. Jarang sekali kita menjumpai catatan najwa shihab mengulas tentang cinta.

Sampai, mbak Nana membawakan tema “separuh jiwaku pergi” yang menceritakan perjalanan cinta B.J Habibie dengan ibu Ainun yang membuat semua penonton merasakan begitu kehilangannya pak habibie ditinggal oleh kekasih hatinya itu.


Catatan Najwa tentang cinta, menceritakan perjalanan cinta bapak teknologi dengan istrinya dan Indonesia. Pak Habibe pada waktu itu menggunakan shall merah yang biasa digunakan ibu Ainun dan terlihat sangat kesepian, dan sedih. Meski ditutupi oleh ketegaran pak Habibie.

Cinta Habibie
Habibie adalah pecinta yang penuh seluruh, cintanya kepada
Ainun selalu sungguh, cintanya pada Indonesia tak pernah
Luruh

Didik ayah yang berwawasan terbuka, dibesarkan ibu yang
kerja keras merealisasikan segala asa

Menghadapi alam rantau yang sulit berkali-kali, habibie muda
bertarung menaklukan rindu dan rasa sepi

Saat harus hidupi anak dan istri, sekaligus ditekan tenggat
disertasi, Habibie tetap memikirkan masa depan negeri

Cintanya  kepada Ainun dan Indonesia, membuatnya tak goyah
wujudkan cita-cita, walau bujuk rayu harta datang dari penjuru
dunia

Visinya melihat Indonesia yang makmur dan sejahtera,
hasratnya membangun teknologi yang berguna bagi bangsa

Soal pesawat baginya tentang bersikap jauh-jauh hari, agar
Indonesia tak menjadi sekedar konsumen teknologi

Itulah Habibie yang pandangannya jauh merentang, menuju
kaki langit yang penuh pengharapan

Untuk Bacharuddin Jusuf Habibie tercinta, 80 tahun hanyalah
hitung-hitungan usia, tapi keteladanan akan abadi sepanjang
masa

Dari: Catatan Mata Najwa dalam “Separuh Jiwaku Pergi”

Catatan Najwa kali ini, bisa dibilang ya sangat spesial, bisa berbicara cinta, tidak politik melulu dan kekuasaan melulu. Teman-teman mungkin yang sering menonton acara mbak najwa shihab, pasti menantikannya kalo nggak isu sosial, politik, dan kekuasaan. Benarkan?

Ya saya juga seperti itu, karena tema seperti itu sangat cocok dibawakan oleh najwa shibah, perempuan yang sangat kritis dan begitu cerdas dalam segala bidang.

Saya ingin bercerita sedikit, tentang kisah cinta mbak nana yang tidak banyak orang tahu, ya mumpung tema sekarang membahas tentang cinta.

Najwa Shihab, itu ternyata sudah menikah teman-teman, menikahnya pas umur 20 tahun malahan, suami mba Nana namanya Ibrahim Sjarief Assegaf, seorang habib juga, ya secara syarifah (panggilan untuk keturunan nabi Muhammad perempuan) tidak boleh menikah dengan seseorang kecuali syarif (keturunan Nabi Muhammad laki-laki).

Suaminya seorang pengacara, jadi wajar saja ketika membawakan tema hukum, Mba nana seperti tidak asing, bahkan seperti ahlinya. Dan tidak banyak yang tahu, kalau mbak Nana sudah memiliki seorang anak dan seorang ibu rumah tangga yang menggemari club Arsenal.

0 comments:

Post a Comment